Lapalelo: Pra-PSBB Ini Masyarakat Butuh Kategasan dan Juga Butuh Kepastian Serta Transparansi Anggaran

Ambon, Bedahnusantara.com: Masyarakat Kota Ambon saat ini tengah menantikan proses dari kebijakan Pra-PSBB yang telah dicetuskan oleh Pemerintah Kota, hal ini didasarkan pada keputusan dua kelembagaan Pemerintah yakni Pemerintah Kota Ambon, yang telah menyatakan akan menerapkan Pra-PSBB dan diperkuat dengan Peraturan Walikota (Perwali).

Lapalelo%2BPra PSBB
Lapalelo: Pra-PSBB Ini Masyarakat Butuh
Kategasan dan Juga Butuh Kepastian serta Transparansi Anggaran



Hal ini kemudian menimbulkan berbagai respons dan tanggapan dari masyarakat, bahkan berdasarkan hasil Survey yang di lakukan oleh Media Riset Strategi Bedah Nusantara, sejak tiga minggu kemarin mendapati data bahwa sebanyak 79,37 % masyarakat Kota Ambon yang menyatakan cemas dengan kondisi yang ada, akan tetapi juga berada pada kondisi bimbang dalam mengambil sikap.

Menyikapai persoalan tersebut, Edison Lalapelo, selaku pengamat Politik dan Peneliti dari Parameter Research dan Consultant. kepada Media Online Bedahnusantara.com, mengungkapkan: awalnya pemerintah Kota Ambon mengungumkan bahwa pihaknya mengalokasikan dana sebesar 60 Milyar untuk penanganan Covid-19 di Kota Ambon.

Akan tetapi lanjutnya, hari ini kami, mendapatkan informasi bahwa dana tersebut sudah tidak lagi sebesar 60 Milyar melainkan 49 Milyar lebih. Kami berharap jangan sampai dana ini hanya terbilang, terbaca, dan terdengar oleh kami selaku masyarakat Kota Ambon, akan tetapi bukti konkritnya atau fakta lapangannya tidak terbukti dalam realisasinya.

Sebab kata Lapalelo, terkait dengan bantuan-bantuan yang dilakukan ole Pemerintah Kota Ambon, dan sudah diakui oleh Pemkot Ambon, maka dalam hal ini, ya kami bisa katakan kita terima saja, sebab kami meyakini sungguh bahwa semua orang pasti punya data terkait bantuan-bantuan yang telah terlaksana tersebut.

” Sebab kta semua sama-sama mengetahui bahwa; bantuan yang telah tersalurkan itu adalah bantuan dari Pak Presiden, Bantuan BLT untuk Desa, bantuan PKH, Bantuan dari kementerian, termaksud untuk seniman dan musisi juga itu bantuan dari kementerian pariwisata dan kami punya data soal itu, sehingga kami berharap agar semua bantuan tersebut dapat tertanggung jawab dengan baik dan tersalurkan secara benar serta dapat di transparansikan kepada publik sehingga apa yang telah dicanangkan yakni; alokasi dana sebesar 60 Milyar atau yang sudah dikoreksi menjadi 49 Milyar ini, dapat didaratkan secara benar bagi kebutuhan masyarakat,” Ungkapnya.

Kami juga mendapatkan info bahwasannya, pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi kepada pembuatan Portal (Pembatas jalan masuk lingkungan), yang dibuat oleh masyarakat.

” ini juga sebuah bentuk tindakan luar biasa dari masyarakat yang mana dengan tindakan ini menunjukan bahwa masyarakat tidak sedang terkurung dalam dilema, perihal Pra-PSBB atau New Normal, akan tetapi masyarakat telah membuktikan sikap kesiapan mereka dalam menghadapi apappun situasi dan kondisi yang akan terjadi kedepannya,” Ujarnya.

Oleh sebab itu tegas Lapalelo, sekali lagi ” perlu saya tegaskan bahwa, masyarakat butuh ketegasan dari Pemerintah dalam mengeksekusi setiap kebijakan guna mengatasi Covid-19 ini, akan tetapi Pemerinta jangan lupa juga untuk melakukan transparansi anggaran dan bertanggung jawab terhadap ketersediaan semua hal yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam menghindupi semua situasi yang timbul sebagai akibat dari kebijakan pemerintah”.

” Masyarakat tidak hanya membuthkan ketegasan pemerintah soal Pra-PSBB atau PSBB, akan tetapi masyarakat juga butuh tanggung jawab dan transparansi Pemerintah dalam hal kebutuhan hidup masyarakat, serta transparasi penggunaan anggaran yang telah dianggarkan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini,” Tegasnya. (BN-08)  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan