Ambon, Bedahnusantara.com: Polemik yang berkembang dipublik Maluku dan Khusunya Kota Ambon kian memanas, setelah sejumlah tokoh seperti Ketua Sinode Gereja Protestand Maluku (GPM), Pdt. A. Werinussa dan juga Gubernur Maluku, Murad Ismail mengeluarkan pernyataan yang secara terang-terangan menyalahkan dan tak pelak menyinggung Phisikology Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Dengan Ungkapan ” Cengeng” atau (Manja dalam Bahasa Indonesia).
![]() |
| Lapalelo: Berhenti Saling Menyalahkan, Sebab Walikota Ambon Juga Sudah Bekerja Maksimal |
Pasca pernyataan tersebut dipublikasi oleh pihak media dan sejumlah masyarakat lewat media sosial (Medsos) maupun media resmi lainnya. Sejumlah respons dan tanggapan mulai bermunculan dan membuat keadaan Kota Ambon dan Maluku semakin kian memanas dalam ruang diskusi publik.
Menyikapai Fenomena dan polemik yang terjadi, Media Bedahnusantara.com kemudian mencoba memintakan pendapat dan pandangan dari Edison Lalapelo, selaku pengamat Politik dan Peneliti dari Parameter Research dan Consultant.
Ketika ditemui di ruang kerjanya di Ambon Lapalelo mengungkapkan, “saya kira kita mesti menarik benang merah dari rangkaian peristiwa yang terjadi, sehingga akhirnya kita bisa ada disituasi saat ini,” Katanya.
Menurut Lapalelo, Teman-teman harus mengetahui bahwa sebelum ketua Sinode mengeluarkan pernyataannya, saya bersama lembaga ini, bahkan sudah jauh-jauh hari mulai melakukan koreksi-koreksi dibarengi dengan tawaran solusi, baik itu kepada Pemerintah Kota Ambon, dan pemerintah Provinsi Maluku.
Bahkan, dari tanggal 15 Mei 2020, kami telah menyampaikan kepada masyarakat dalam wawancara dengan media, kami menyampaikan bahwa, situasi berdasarkan hasil survey kami, didapati adanya tiga kelompok masyarakat yang terbentuk hari ini, yang kami sebut kelompok masyarakat cemas.”Baik cemas terbuka, tertutup dan cemas terpaksa,”.
Lapalelo menerangkan, fakta cemas yang kami temukan dimasyarakat ini adalah terkait cemas akan masalah kesehatannya, cemas akan makan minum atau kebutuhan ekonomi dan juga cemas akan lapangan pekerjaaan serta keberlangsungan hidup keluarga mereka kedepan.
” Hal ini telah kami sampaikan sejak lama, bersamaan dengan proses penyaluran bantuan yang kemudian menimbulkan tambahan kecemasan, manakala bantuan-bantuan yang disalurkan didapati tidak tepat sasaran,” Ungkapnya.
Oleh sebab itu dari fakta yang kami temukan tersebut, kami kemudian mengusulkan agar pemerintah bisa lakukan kerjasama dengan pihak Gereja terkhususnya dalam hal ferifikasi data, hal ini kami sampaikan pada (17/5) dan dilanjutkan pada tanggal (21/5), saya kemudian menyampaikan kepada publik terkhusus pemerintah untuk dapat melakukan tindakan tegas terhadap semua kebijakan dan erahan pemerintah dalam menangani masalah Covid-19 ini, ” yang disampaikan oleh pa walikota itu baik tapi mesti dibarengi bukti tindakan tegas”.
Ditambahkannya, berdasarkan pengamatan kami, polemik hari ini bukan hanya soal pernyataan ketua sinode atau pernyataan gubernut yang menyatakan walikota cengeng, akan tetapi tadi juga terjadi aksi demonstrasi yang meminta dibatalkannya perwali 16 tahun 2020.
“Dari presfektif saya, apa yang disampaikan tersebut adalah murni bagian dari akumulasi dari apa yang dirasakan oleh Ketua sinode, apa yang diungkapkan oleh Gubernur, itu adalah akumulasi dari ruang proses yang dialami Gubernur, bahkan apa yang terjadi di kantor Walikota Ambon, itu juga merupakan akumulasi dari kecemasan masyarakat,”.
Akan tetapi, lanjutya, jangan juga kita kemudian menetapkan presepsi dan opini bahwa dalam segala hal yang terjadi ini, merupakan bagian dari kesalahan Walikota dan Pemerintah Kota Ambon.
” Saya berharap agar pemikiran yang seperti demikian ini tidak ada, dikalangan masyarakat Kota Ambon dan Maluku, sebab mungkin saja apa yang disampaikan oleh ketua Sinode ada benarnya, akan tetapi apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan yang kemudian menimbulkan miss presepsi itu juga adalah sebuah kekeliruan menurut pendapat saya,” Tambahnya.
Disatu sisi jelasnya, memang ada yang benar dari, apa yang disampaikan oleh Ketua Sinode, yaitu terkait masalah kebijakan atau program yang akan diambil oleh pemerintah mestinya memperhatikan dengan sangat serius terkait ketersediaan kebutuhan masyarakat.
” Apa yang disampaikan dan yang menjadi perhatian ketua Sinode ini, telah sejak lama kami sampaikan kepada publik dan pemerintah Kota juga Provinsi, bahwa apapun kebijakan atau program dari pemerintah, semua masyarakat akan dengan segenap hati melaksanakannya. Akan tetapi semua itu perlu dibarengi dengan jaminan ketersediaan kebutuhan masyarakat selama penerapan kebijakan tersebut.” Terang Lapalelo.
tak hanya itu, kami bahkan sudah menyampaikan agar jika dapat, pemerintah Kota Ambon melibatkan pihak gereja dalam hal rekapitulasi data basse jumlah penerima bantuan, sehingga bisa tepat sasaran dan akurat.
Akan tetapi bagi kami, Lanjut Lapalelo, apapun yang telah terjadi dari hasil kerja pemerintah Kota Ambon, tidaklah kemudian kita menjadikannya sebagai sebuah alasan untuk secara sepihak menyalahkan pemerintah Kota Ambon apalagi menyalahkan Walikota Ambon.
” Sebab selama ini kami telah melakukan pemantauan dan investigasi dilapangan selama kurang lebih tiga bulan terakhir, dan kami mendapati fakta bahwa Pemerintah Kota juga telah bekerja, bahkan bekerja sekuat tenaga (habis-habisan), walaupun dalam melakukan kerja-kerja mereka terdapat plus dan minus, sehingga bagi kami apa yang menjadi kekurangan pemerintah Kota Ambon inilah yang mesti diperbaiki, disamping masyarakat juga harus bisa dengan sadar dan jujur menopang semua program yang dijalankan oleh pemerintah,” Tandasnya.
Dan hal hal apapun yang kita semua kerjakan tentunya tidaklah lepas dari kekurangan dan kelebihan, termasuk didalamnya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon, dan bagi kami apa yang masih kurang dari Pemerintah Kota Ambon inilah yang mesti diperbaiki, dan memang banyak juga pihak yang menilai bahwa bapak ketua sinode tidak pada tempatnya dalam menyampaikan hal tersebut kepada Walikota, mestinya ada cara yang lebih baik untuk menyampaikan gagasan dan idenya. Akan tetapi semuanya telah terjadi, namun sekali lagi saya ingin menegaskan bahwa semua itu adalah murni akumulasi dari kecemasan.
Hal ini juga Terangnya, tejadi sebagai akibat dari apa yang ditimbulkan oleh sikap Pemerintah Provinsi Maluku, yang kami nilai selama ini tidak tegas dalam melakukan program pembatasan atau bahkan pelarangan yang telah diamanatkan oleh Gubernur Maluku secara langsung, yang berakibat dari lajunya kasus positif Covid-19 di Maluku dan Kota Ambon tidak dapat terkendalikan, selain itu proses transparansi penanganan masalah Covid-19 dan juga penggunaan Anggaran untuk Covid-19 juga tidak secra baik dipublikasikan kepada Masyarakat. Sehingga hal ini juga menjadi tambahan kecemasan di Masyarakat Maluku terkhusus Kota Ambon yang merupakan pintu gerbang aktifitas seluruh sektor di Maluku.
Olehnya, berdasarkan pengamatan dan identifikasi kami, ada data yang kami temukan bahwa pak Walikota juga sudah sangat maksimal bahkan habis-habisan untuk melakukan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Kota Ambon.
Sehingga dalam hal ini, ” saya tidak mencoba membela Walikota Ambon, atau Ketua Sinode atau Juga Gubernur Maluku. tapi faktanya yang kami temukan bahwa semua kita sudah bekerja, bahkan kami juga telah melakukan pemantauan terhadap aksi demonstrasi pada kantor Walikota Ambon. ini adalah bentuk apresiasi dari akumulasi kecemasan yang sudah sangat tinggi.
Atas dasar itu menurut kami dari kejadian seperti ini, sangat diharapkan agar pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota dan siapapun dia, (tokoh-tokoh) atau Influenser yang hari ini menjadi tolak ukur atau bahkan panutan, untuk berhenti saling menyalahkan atau saling melempar opini yang menimbulkan justifikasi buruk kepada orang tertentu diantara masyarakat.
” sebab saya melihat dan menemukan bahwa dari peristiwa ini, tiba-tiba saja muncul sejumlah politisi yang menyalahkan Walikota Ambon tanpa menawarkan solusi yang konkrit, atau bahkan ada juga pihak yang membela Walikota Ambon, tanpa menjelaskan alasannya. Sehingga mari kita berhenti berpolemik tentang persoalan ini, sebab jika tidak maka polemik ini akan semakin mempertegas bahwa memang kita sedang berada pada tingkatan yang diatas cemas, yakni kita sudah ada pada tingkatan panik terhadap pertumbuhan dan lajunya pertambahan jumlah kasus Covid-19 dan itu sangat berbahaya,” Tegas Lapalelo.
Karena itu, sekali lagi saya hendak menegaskan, jangan kita saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab atas persoalan yang terjadi kepada siapapun dia. Akan tetapi marilah kita saling bergandeng tangan dan mencari solusi terbaik guna melawan Covid-19 ini, dan sekali lagi saya ingin mempertegas bahwa semua pihak termasuk Walikota Ambon telah berjuang dengan sekuat tenaga dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Ambon, Tutupnya. (BN-08)






