Ambon, Bedahnusantara.com: Kehidupan masyarakat di Maluku saat ini mulai kembali bergeliat setelah sebelumnya harus terkurung dalam kecemasan dan ketakutan akibat dari penyebaran virus Corona (Covid-19).
![]() |
| Eddison Lapalelo Paramater Research Consultan |
Dan dengan kembalinya aktifitas roda kehidupan masyarakat ini, terdapat sejumlah persoalan yang kemudian mengemuka dikalangan masyarakat dan menjadi Trending Topik percakapan baik pada tataran masyarakat bawah hingga para pejabat dan tokoh-tokoh politik.
Hal tersebut dijelaskan oleh Peneliti sekaligus pegamat Politik Edison Lalapelo dari Parameter Research dan Consultant kepada media ini di ruang kerjanya pada Jumad (24/7).
Dikatakan Lapalelo, Survey kami kali ini sedikit berbeda dari biasanya, namun kami meyakini sungguh apa yang kami Indentifikasi ini adalah mengenai fenomena atau trend yang sedang hangat dipercakapan dimasyarakat.
Adapun survey kami ini dilaksanakan sejak 13 Juli s/d 19 Juli 2020, Menggunakan Metode Sampling Multy Stage Random dengan Margine Of Eror (MOE) kurang lebih 5%, dan tingkat kepercayaan sebanyak 95%, lewat wawancara by Phone dan juga tatap muka, yang melibatkan sebanyak 1200 responden pada sebelas Kabupaten/Kota yang ada di Maluku.
Perlu kami jelaskan mengapa dalam proses survey ini ada tahapan yang menggunakan metode by phone, hal ini dikarenakan ada beberapa daerah yang tidak dapat kami jangkau lewat proporsi sample, sehingga kami menggunakan metode wawancara by phone. Akan tetapi kami meyakini bahwa data tersebut dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan.
Pedangkan untuk metode wawancara tatap muka tetap kami laksanakan bagi daerah yang dapat kami jangkau atau para relawan kami bisa menjangkaunya, hal ini tetap kami lakukan dengan menjalankan standart protokol kesehatan.
” Untuk wilayah yang kami dapat jangkau terkhusus misalnya Kota Ambon, tetap kami laksanakan wawancara tatap muka secara langsung lewat relawan dilapangan. Termasuk saya juga turut ambil bagian secara langsung dilapangan, yang sedikit berdampak pada kondisi fisik saya dikarenakan kehujanan,” Jelasnya.
Oleh sebab itu survey kami kali ini terkonsentrasi untuk mengidentifikasi terkait Isyu-isyu apa saja yang menjadi menarik dan ramai dipercakapkan di Masyarakat, dan kami berharap nantinya hal itu dapat menjadi perhatian bagi semua pihak yang berkewenangan atau bertanggung jawab untuk menindak lanjutinya.
” Dari hasil survey kami tersebut kami menemukan ada sebanyak kurang lebih sepuluh (10) hal atau masalah yang hari-hari ini menjadi ramai diperbincangkan oleh masyarakat lebih dari 3%, sedangkan yang sisanya tidak kami masukan dalam kategori 10 besar ini, disebabkan oleh karena presentasinya tidak mencapai 3%,”.
Kesepuluh Item atau masalah yang ramai dipercakapkan dimasyarakat tersebut diantaranya: Proses Pembelajaran Jarak Jauh (PPJJ) atau belajar dengan aplikasi (zoom), yang hari ini menduduki posisi teratas dengan presentase sebesar 13,78%. sedangkan untuk posisi kedua ditempati oleh item ” Keinginan kembali beribadah dirumah Ibadat” dengan presentase sebesar 12,97%, yang ketiga adalah terkait akses transportasi (apakah mau dibuka ataukah tidak).
Posisi keempat tambahnya, ditempati oleh item ” Pemilukada” sebab dalam temuan kami dilapangan didapati fakta bahwa. Meskipun pemilu kepala daerah diluar dari empat kabupaten yang akan melangsungkan pilkada dibulan desember 2020 nanti yakni, Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) baru akan berlangsung di tahun 2022. Akan tetapi prosesnya sudah sangat krusial dan ramai dipercakapkan.
Posisi kelima itu ditempati oleh trend percakapan terkait bantuan Sosial (Bansos) BST dan BLT yang mendapat presentase sebesar 8,84%, lalu diikuti oleh item percakapan terkait PSBB dan New Normal itu menduduki posisi keenam dengan presentase sebesar 8,82%, posisi ketujuh ditempati oleh Item soal carut marut data DTKS (data terpadu) 6,98%, dilanjutkan pada posisi kedelapan yang itemnya sedikit diluar ekspetasi kami yakni terkait ” dampak curah hujan di Maluku” mendapat presentase 6,97%, di posisi kesembilan ditempati oleh item soal Rapid Test dan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) yang diberlakukan kepada masyarakt, baik bagi yang hendak masuk maupun keluar wilayah Maluku. mendapati presentasi 5,73% dan yang 3,98% ditempati oleh item keharmonisan kepala daerah.
” itu adalah sepuluh besar data hasil survey dan identifikasi kami dilapangan, sedangkan item lainnya kami gabungkan menjadi satu dan mendapati presentasi sebesar 9,98%, sedangkan 2,04% responden menyatakan tidak tahu dan tidak menjawab,”.
Sementara itu lanjutnya, terkait masalah pilkada pada empat kabupaten yang akan berlangsung di Maluku. Kami memang telah juga melakukan survey dan identifikasi lapangan lewat para relawan kami, dan juga via by phone, dalam hal indentifikasi terkait tingkat elektoral para pasangan calon yang akan maju dalam Pilkada nanti. Akan tetapi data itu masih menjadi konsumsi kami secara kelembagaan dan belum dapat kami publiskan.
Hal-hal inilah yang menjadi hasil dari temuan dan riset kami dilapangan, yang tentunya akan sangat perlu untuk kami publikasikan kapada masyarakat sebab hal-hal dimaksud bertalian langsung dengan hajat hidup orang banyak. (BN-08)






