Kutuk Keras Aksi Terorisme Di Makasar, KBPP Polri Maluku Dukung Kepolisian RI Berantas Tuntas Jaringan Terorisme

Maluku, Bedahnusantara.com: Intoleransi merupakan persoalan yang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Paham radikalisme yang sesat, semakin hari semakin merebak diantara Warga Negara yang memiliki sikap anti terhadap Nasionalisme.

Andre%2Blantu%2BKBPP%2BPolri%2B2
Ketua KBPP Polri Provinsi Maluku Janddrew M.Lantu,SH.MH


Hal inilah yang kemudian melahirkan benih-benih terorisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Yang berujung pada aksi kejahatan kemanusiaan lewat bom bunuh diri dan serangan terorisme lainnya.


Baru-baru ini aksi peledakan bom bunuh diri kembali terjadi di Indonesia, terkhusus pada Gereja Katedral Makassar terjadi sekitar pukul 10.30 WITA, di Jalan Kajaolalido Kota Makassar. 


Aksi pemboman bunuh diri ini dilakukan oleh pelaku terduga teroris yang bertujuan untuk mencelakakan uman Kristiani yang sedang melakukan Ibadah, Namun pelaku tidak sempat masuk ke lokasi kejadian lantaran dijegat oleh sekuriti.


Pastor Wilhelmus Tulak mengatakan fakta yang didapatkan memang terjadi bom bunuh diri yang mengakibatkan pelaku tewas di depan pintu masuk.


“Pas selesai ibadah kejadiannya, sudah pada pulang jemaat. Justru umat yang pulang kena,” kata Pastor kepada wartawan.


Namun dia mengaku tidak bisa berkomentar lebih lanjut lagi karena mempercayakan kepada aparat kepolisian. Saat ini lokasi kejadian dipasangi empat garis polisi, masyarakat dilarang masuk karena khawatir terjadi ledakan susulan.


Sementara itu Kepolisian RI menyebut, pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, adalah pasangan suami istri.

Andre%2Blantu%2BKBPP%2BPolri
Ketua KBPP Polri Provinsi Maluku Janddrew M.Lantu,SH.MH


“Betul pelaku pasangan suami istri, baru menikah enam bulan,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan tertulis pada Senin, 29 Maret 2021.


Berdasarkan hasil penelusuran sementara, pelaku wanita yang belum diketahui identitasnya, adalah karyawan swasta. Sementara sang suami, L, masih terus diselidiki. “Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelaku lainnya,” ucap Argo.


Lebih lanjut, Argo mengatakan, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah menggeledah sejumlah tempat, termasuk rumah pelaku, guna mencari barang bukti lebih lengkap. Namun, ia mengaku belum bisa membeberkan apa saja yang ditemukan dan disita. “Tunggu hasil kerja anggota di lapangan,” kata Argo.


Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku diduga merupakan jaringan JAD. Mereka ditengarai terhubung dengan kelompok Abu Sayyaf di Fiipina bagian selatan.


Menyikapi persoalan tersebut Pimpinan Daerah Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP) Provinsi Maluku, menyatakan mengutuk keras aksi Bom Bunuh Diri yang dilakukan oleh pelaku terduga teroris pada Gereja Katedral Makassar terjadi sekitar pukul 10.30 WITA, di Jalan Kajaolalido Kota Makassar. 


Hal itu disampaikan oleh Ketua KBPP Polri Provinsi Maluku Janddrew M.Lantu,SH.MH kepada Media Bedahnusantara.com di Ambon.


Menurutnya, Apapun alasannya tindakan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat diterima oleh siapapun, oleh sebab itu pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk dapat menuntaskan persoalan terorisme di Indonesia.


” Kami mendukung penuh Kepolisian Republik Indonesia untuk menuntaskan dan memberantas jaringan terorisme yang ada di Indonesia, apapun jaringannya baik kelompok Teroris Negara Islam Indonesia (NII),Jamaah Islamiyah (JI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI),Jamaah Ansharut Tauhid (JAT),Jamaah Ansharut Khilafah (JAK) dan juga yang terakhir beraksi di makasar yakni Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan yang lainnya lagi. Agar Indonesia bisa berada pada Zona bebas terorisme,” Tegasnya. (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan