Ambon,Bedahnusantara.com-Komisi III DPRD Provinsi Maluku mengelar rapat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Maluku guna membahas lintasan kapal yang ada di wilayah kepulauan.
Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias meminta, kepada Dinas Perhubungan Provinsi Maluku agara dapat mengevaluasi ulang seluruh lintasan kapal yang beroperasi di wilayah kepulauan.
“Dalam rapat hari ini, Kami minta untuk evaluasi seluruh lintasan ya kenapa kapal-kapal penyeberangan itu rata-rata bangkrut atau tidak mampu membiayai salah satunya itu lintasannya sulit ambil contoh Namlea, Teluk Barat, Sanana. namlea ke teluk barat tidak ada penumpang karena jalan sudah bagus kalo dulu lebih banyak penumpang,” ungkap Anggota Komisi III di Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Rabu (28/2/24).
Anos mengakui, secara pribadi evaluasi dari komisi III dari komisi 3 DPRD Provinsi belum ada karena itu kami tambahkan untuk mengantisipasi beberapa KMP yang sudah bangkrut.
“Jadi kan kami sudah usulkan yah penambahan lintasan mengingat ada KMP yang sudah bangkrut seperti KMP marsela yang bangkrut itu kita ganti dengan KMP lainnya jadi Usul saya tadi diterima juga untuk kedepan agar lebih baik lagi,” tandasnya.
Anis menambahkan, ada beberapa kapal yang parkir atau berlabuh tanpa aktivitas di daerah teluk Kota Ambon yang masih bisa di perbaiki lebih baik di perbaiki dari pada membeli kapal baru dengan begitu kapal yang diperbaiki bisa di alihkan ke kabupaten-kabupaten.
“Itu kan ada kapal yang parkir atau yang berlabuh tanpa aktivitas yang ada di Teluk Dalam tepatnya di LIPI. Saya meminta dinas untuk naik ke kapal itu untuk lihat kondisi kapal, kalau masih bisa diperbaiki ajukan permintaan kepada kementerian untuk kapal itu di perbaiki dari pada harus mengeluarkan angaran sampai ratusan milyar,” tuturnya.
Lanjutnya, Kapasitas Kapal yang ada di Teluk dalam itu kira-kira 700 atau 300 jete dengan muatan kapasitas orang sampai 150 orang.
“Kalo saya lihat yah kapal yang parkir itu kapasitasnya hanya 700 atau 300 begitu dgn muatan jg TDK besar tapi kan itu juga bisa membantu masyarakat yang ada di kabupaten-kabupaten untuk memuat kebutuhan ekonomi dan lainnya, sehingga masyarakat di sana bisa keluar dari kemiskinan,” tutupnya.






