Komisi II Ingin PT. SIS Bisa Eksis Kembali

Maluku,BedahNusantara.Com – Setelah melakukan “on the spot” ke salah satu perusahaan perikanan yang terletak di Desa Ngadi, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, yakni PT. Samudera Indo Sejahtera (SIS), pekan kemarin, Komisi II DPRD Maluku berkeinginan agar perusahaan yang merupakan bagian dari Artha Graha Network (AGN) ini, bisa eksis kembali, setelah 7 tahun lamanya tidak beroperasi.

AVvXsEhuEfxBUvHsikraUnZSEr6exXi4bD116wMbyOd9vJgbzeJfXLycVQUtcbOTEoZ3HwM6xa9boGpRsF2WGEQ9PSLH4S5gcEoIaLNXNlD5wgYJgtw9uAGlBSB801VjiAglNnYuyrwH4p2pd gFPduMFykTEaEjt8HlJKKTH5ijX4m3idIoPt dtVDBoYhneQ=w640 h376


Menurut Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saoda Tuanakota, dengan beroperasinya kembali PT. SIS, maka sudah tentu akan membawa dampak positif bagi masyarakat yang ada di Kota Tual maupun Tenggara.


“Komisi II berkeinginan PT. SIS tetap eksis, agar ada dampak positif yang diterima masyarakat yang ada di Kota Tual, maupun Maluku Tengara,” kata Saoda kepada awak media, Selasa (2/11) di Ambon.


Ia mengungkapkan, ketika PT. SIS tidak beroperasi, secara langsung berdampak negatif kepada masyarakat Kota Tual dan Maluku Tenggara. Pasalnya, angka pengangguran meningkat, yang berimbas pada perkembangan ekononi daerah.


“PT. SIS sekarang mulai bangkit. Kami juga sudah berkomitmen untuk bagaimana bisa mendorong, pemerintah pusat membuka ruang kepada investor dengan menetapkan regulasi yang bisa membuat investasi itu bisa berjalan maupun bertahan,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.


Menurutnya, penyebab PT. SIS tutup juga tidak terlepas dari regulasi yang tak menentu, yang menyebabkan para investor ragu untuk berinvestasi, karena tidak akan berjalan dengan baik.


“Hari ini ada Peraturan Pemerintah (PP), Setelah itu ada Peraturan Menteri (Permen). Nah regulasi yang berubah-ubah itu yang membuat investor merasa ragu untuk berinvestasi disini,” kata anggota DPRD Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, yakni Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru ini.


Oleh karena itu, lanjut Saoda, dengan adanya kunjungan pekan kemarin, Komisi II DPRD Maluku berkomitmen akan mendorong PT. SIS untuk menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat. 


Ketika ditanya bahwa saat berkunjung ke PT. SIS, para anggota DPRD Maluku yang tergabung dalam lintas komisi I, II dan IV ini, tidak disambut dengan baik, Saoda mengatakan, itu bukan tidak menyenangkan. Tetapi hal ini dikarenakan kurangnya koordinasi yang baik.


“Kalau mereka tidak membuka ruang untuk kita bertemu, itu baru tidak menyenangkan. Tetapi mereka membuka hati, membuka ruang untuk menerima kita,” bebernya.


Tetapi, lanjut Saoda, karena PT. SIS juga mau bekerjasama dengan semua pihak, termasuk dengan DPRD Maluku, maka DPRD Maluku juga bisa berkontribusi untuk membantu perusahaan ini untuk tetap eksis.


Ia berharap, semua pihak dapat mendukung beroperasinya kembali PT SIS ini. 


“Tanpa sengaja kemarin saya turun ke masarakat sekitar, dimana masyarakat merespon baik PT. SIS telah kembali beroperasi. Sebab, ada bantuan-bantuan yang akan diberikan perusahaan kepada masyarakat, baik itu berupa bantuan pertanian, maupun kepada nelayan, yang mana hal ini sementara digalakan, agar PT. SIS bisa kembali mengambil hasil dari para petani atau nelayan yang ada,” tandasnya.


Sebelum mengakhiri wawancaranya, Saoda juga meminta agar awak media jangan terlalu menulis keburukkan investor. Pasalnya, investor tidak akan berinvestasi jika merasa tidak nyaman.


“Beta (saya) cuma bilang saja, kalau kamong (kalian awak media) tulis hari ini PT. SIS ini dia buruk, maka tidak ada satupun investor besar yang mau berinvestasi di Maluku. Sebab yang sudah investasi sebesar ini dibuat tidak nyaman, maka investor  yang lain, tidak mau datang berinvestasi,” tutupnya. (BN-05)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan