Ambon, Bedahnusantara.com – Ketua Pengurus Provinsi Esports Indonesia (ESI) Maluku, Marsekal Pertama TNI (Purn) Drs. R. Harys Soeryo Mahendra menegaskan bahwa pelantikan pengurus ESI kabupaten/kota di Maluku memiliki makna strategis dalam memperkuat fondasi olahraga digital di daerah ini.
Menurutnya, kegiatan pelantikan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun arah kerja bersama demi kemajuan olahraga di Maluku. “Pelantikan ini memiliki satu substansi utama, yakni agar kepengurusan yang baru dapat berkontribusi secara nyata untuk membantu dan mendukung upaya bersama Bapak Gubernur dalam keberhasilan penyelenggaraan olahraga di Maluku,” ujar Soeryo usai pelantikan. Di Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (1/11/2025)
Ia menjelaskan, bersamaan dengan pelantikan, juga dilaksanakan Rapat Kerja (Raker) yang bertujuan untuk menyusun program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang. “Kepengurusan baru ini harus diiringi dengan program kerja yang jelas, makanya langsung kita lanjutkan dengan raker. Harapannya, ESI Maluku dapat memberikan kontribusi prestasi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, Maluku akan menghadapi agenda besar, yakni Pekan Olahraga Maluku (POMAL) tahun 2026. Dalam ajang tersebut, esports menjadi salah satu dari 15 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. “Kita akan mulai dari bawah, melalui talent scouting di kabupaten/kota, kemudian dilanjutkan dengan pertandingan tingkat provinsi hingga puncaknya di POMAL. Pak Gubernur juga sudah menjanjikan adanya Piala Gubernur untuk esports,” ujarnya.
Soeryo juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan penyedia jaringan internet untuk mendukung penyelenggaraan turnamen esports. “Karena esports ini mengandalkan jaringan internet, maka kita mau tidak mau harus bekerja sama dengan penyedia layanan. Selama ini kita sudah menjalin kerja sama, termasuk pada event Battle of Guardians kemarin yang digelar di Telkomsel, karena di sana memiliki bandwidth jaringan yang sangat baik,” katanya.
Selain itu, ESI Maluku juga tengah menyiapkan bank data yang berisi profil dan potensi para atlet muda di berbagai daerah. “Kita butuh bank data yang aplikatif, agar ketika dibutuhkan, kita bisa langsung memetakan dan menyiapkan atlet potensial baik dari kabupaten/kota maupun tingkat provinsi,” tandasnya.
Soeryo menutup dengan optimisme bahwa esports Maluku akan menjadi salah satu kekuatan baru dalam dunia olahraga daerah, dengan dukungan sinergi pemerintah, penyedia infrastruktur, dan komunitas muda kreatif di Maluku. (BN Grace)





