Kepala Dinas Pendidikan Ambon Monitoring Langsung Kegiatan Belajar ATS di Leitimur Selatan

IMG 20260130 WA0011

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Dinas Pendidikan Kota Ambon terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui kegiatan monitoring yang dilaksanakan di Kecamatan Leitimur Selatan, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. F.F. Taso, M.Si bersama jajaran pejabat struktural dan staf teknis.

Monitoring ini dilakukan di sejumlah titik pelaksanaan kegiatan belajar, termasuk di Negeri Kilang dan Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan. Kedua negeri tersebut menjadi lokasi penting dalam program penanganan ATS karena masih terdapat anak-anak yang sebelumnya tidak melanjutkan pendidikan formal dan kini sedang mengikuti kegiatan pembelajaran pendampingan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau secara langsung proses belajar mengajar, berdialog dengan para tutor, orang tua, serta anak-anak peserta program guna mengetahui perkembangan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Suasana pembelajaran di Negeri Kilang dan Negeri Hukurila terlihat berjalan aktif, dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan menyesuaikan kondisi anak-anak.

Anak-anak yang tergabung dalam program ATS tampak antusias mengikuti materi yang diberikan. Metode pembelajaran dirancang agar lebih komunikatif dan membangun kembali rasa percaya diri mereka, sehingga secara bertahap dapat kembali beradaptasi dengan sistem pendidikan formal maupun nonformal.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3/2026), Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. F.F. Taso, M.Si menegaskan bahwa monitoring ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.

“Kami turun langsung ke Negeri Kilang dan Negeri Hukurila untuk memastikan bahwa anak-anak yang masuk kategori Anak Tidak Sekolah benar-benar mendapatkan layanan pendidikan. Pemerintah tidak boleh membiarkan satu pun anak kehilangan hak belajarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai faktor menjadi penyebab anak tidak sekolah, mulai dari persoalan ekonomi keluarga, kurangnya dukungan lingkungan, hingga motivasi belajar yang menurun. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas pembelajaran, tetapi juga melalui komunikasi intensif dengan orang tua dan pemerintah negeri setempat.

Lebih lanjut, Taso menambahkan bahwa pendataan ulang terus dilakukan agar jumlah ATS di Kecamatan Leitimur Selatan dapat ditekan secara signifikan. Data yang akurat menjadi dasar untuk menentukan langkah intervensi berikutnya, termasuk kemungkinan mengembalikan anak-anak tersebut ke sekolah formal atau mengarahkan mereka ke program pendidikan kesetaraan.

“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya terdata, tetapi benar-benar kembali dalam sistem pendidikan. Pendidikan adalah fondasi masa depan, baik bagi anak itu sendiri maupun bagi Kota Ambon,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, jajaran Dinas Pendidikan juga memberikan arahan kepada para tutor agar terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperhatikan kebutuhan psikososial anak. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai penting agar anak-anak tidak kembali putus sekolah.

Melalui monitoring rutin di Negeri Kilang dan Negeri Hukurila serta wilayah lainnya di Kecamatan Leitimur Selatan, Dinas Pendidikan Kota Ambon optimistis angka Anak Tidak Sekolah dapat terus ditekan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan yang layak dan setara. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan