Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perikanan Kota Ambon turut ambil bagian dalam kegiatan pasar murah bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) serta Dinas Pertanian. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga serta mempertahankan daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Henly Claudya Simatauw, saat diwawancarai di lokasi pasar murah, Selasa (3/3/2026), menjelaskan bahwa keikutsertaan Dinas Perikanan dalam pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan, khususnya ikan, dengan harga yang lebih terjangkau.
“Terima kasih, jadi Dinas Perikanan turut serta bersama Dinas Indag dan Dinas Pertanian dalam pasar murah kali ini dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga dan juga menjaga daya beli masyarakat, khususnya dalam bulan puasa dan menyongsong Idul Fitri nanti,” ujar Simatauw.
Ia mengatakan, menjelang hari-hari besar keagamaan biasanya terjadi kenaikan harga sejumlah bahan pangan di pasaran, termasuk ikan. Karena itu, pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif agar lonjakan harga tidak terlalu membebani masyarakat.
“Kami berharap ketika harga di pasar naik, kami dari Dinas dapat memberikan bantuan kepada masyarakat lewat penjualan ikan murah, sehingga mereka tetap bisa menjangkau kebutuhan protein bagi keluarga,” tambahnya.
Dalam pasar murah tersebut, Dinas Perikanan menjual ikan dengan harga Rp15.000 per kilogram. Harga ini dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan harga yang biasa ditemui di pasar tradisional.
Simatauw menjelaskan bahwa selain membantu dari sisi harga, pihaknya juga ingin mengedukasi masyarakat terkait sistem pembelian ikan. Selama ini, di pasar tradisional ikan sering dijual dalam bentuk “tampah” atau pertumpuk, yang secara hitungan berat belum tentu lebih menguntungkan pembeli.
“Kalau di pasar biasanya ditemui dalam bentuk tampah. Kami mencoba untuk mengedukasi masyarakat agar membeli menggunakan ukuran kilogram, sehingga lebih jelas timbangannya dan lebih menguntungkan dibandingkan membeli pertumpuk,” jelasnya.
Ia memaparkan, dengan harga Rp15.000 per kilogram, masyarakat bisa mendapatkan sekitar 15 ekor ikan ukuran sedang. Artinya, jika dihitung per ekor, harganya hanya sekitar Rp1.000. Perbandingan ini menunjukkan bahwa pembelian dengan sistem kilogram lebih transparan dan memberikan nilai lebih bagi konsumen.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi sejak pasar murah dibuka. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk ikan segar yang menjadi salah satu sumber protein utama bagi keluarga.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Ambon berharap dapat menekan gejolak harga di pasaran serta memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri. Dinas Perikanan juga berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan OPD terkait guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan ikan di Kota Ambon. (BN Grace)





