Kemendag Pastikan Jelang Ramadhan Harga Bahan Pokok di Maluku Terkendali
Ambon,Bedahnusantara.com: Selain melakukan kunjungan ke Gudang Bulog Suv Divre Maluku, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Perdagangan, Suhanto didampingi oleh Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Isu-Isu Strategis Perdagangan Internasional, Lili Yan Ing dan Direktur Ekspor Produk Pertanian Dan Kehutanan, Ninuk Rahayuningrum juga mangunjungi sejumlah Swalayan dan pasar di Kota Ambon.
Salah satu Swalayan yang kunjungi adalah Hypermart Mall Ambon City Center (ACC) Ambon.
Arif Mandu mengatakan khusus beras pihaknya datangkan langsung dari Jawa timur dan Sulawesi Selatan. Untuk saat ini beras kurang lebih 16.000 ribu ton, cukup untuk 5 bulan ke depan.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, stock kita cukup dan beberapa instrumen kita kasih jalan, operasi pasar, kemudian bansos, koordinasi kami dengan disperindag juga untuk membuka pasar murah di besok hari,” Kata Kepala Bulog Divre Maluku, Arif Mandu, kepada awak media di Gudang Bulog Halong.
Ia juga menjelaskan Beberapa instrumen kita kasih jalan, agar jalan berjalan stabil. Khususnya beras, minyak goreng, gula dan terigu, karena saat ini bulog menguasai ada 4 komoditi.
Memang untuk saat ini yang jadi persoalan masalah bawang dan cabe , mudah-mudahan bisa di atasilah.
kalau gula pihaknya memiliki 2500 ton , minyak goreng kita ada 140 liter dan terigu 17 ribu kilo( satu kontener).
Sementara itu, Suhanto menuturkan tujuan pihaknya dari pusat ini untuk menstabilkan harga bahan bahan pokok menghadapi bulan ramadhan dan lebaran.
Mereka memang turun dari tim pusat dan dari daerah, dinas, satgas pangan, BI supaya memastikan masyarakat khususnya di Maluku untuk menjalankan ramadhan dan lebaran dengan baik.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut untuk mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok, seperti gula, beras, minya goreng dan bahan pokok lainnya, seperti bawang dan cabe.
“Dari hasil pantauan kami tadi di lapangan memang untuk komuniti-komuniti ini adalah stabil. Tadi kami lihat hanya ada bawang putih dan bawang merah. Dan setelah kami pantau di distributor sendiri . Mereka mengambil dari Surabaya sudah harganya di atas 40 dan sehingga kami tadi temukan di pasar harganya sampai 50 keatas sampai 60 per kilo gram,” Tutur Suhanto.
Tentunya pihaknya dari kementerian perdaganganakan mengambil langkah-langkah untuk menurunkan harga, karena sebelumnya harga bawang putih dari Rp.35.000 sampai Rp.37.000 dan kalau bawang merah Rp.32.000 sampai Rp.35.000 berarti ada kenaikan.
Dan perlu di informasikan dari kementerian perdagangan saat ini telah mengeluarkan ijin impor untuk 8 perusahaan sebanyak 115.000 ton bawang putih, juga informasi dari para importir yang akan memasukan mereka sudah sanggup awal bulan ini.
“Artinya kita setelah melihat lapangan kita akan menginformasikan antara para distributor yang di sini dan distributor-distributor di Surabaya maupun di tempat lain. Agar bisa menggrojok kebutuhan untuk bawang putih di Maluku ini,” Katanya.
Harapan kami tentunya begitu masuk bulan puasa harga bawang putih sudah turung dan kami dan akan turun lagi, jadi setelah ini tim akan pantau lai. Dan besok timnya akan ada kan rapat dengan steckholder terkait, agar mereka menyediakan kebutuhan kebutuhan pokok untuk masyarakat, serta mudah-mudahan harga bawang putih bisa kembali pulih harganya stabil.
“Yang pasti bawang putih sebagian besar kami infor dari cina. Kita kan setiap hari memantau hargayang ada di provinsi ini . Kalau harga sudah mulai naik maka kita akan ambil langka. Kalau memang produksi bdalam negeri ada pasti kita akan ambil dari dalam negeri. Karena sementara belum cukup maka pemerintah putuskan untuk mengimpor,” tambah Suhanto.(BN-04)