Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kelurahan Uritetu menetapkan tiga isu prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 untuk rencana pembangunan 2027, yakni penanganan banjir, persoalan persampahan, serta penanggulangan stunting atau gizi buruk dari sisi kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Lurah Uritetu, Yohanes Tutuhatunewa, SH, saat diwawancarai usai pelaksanaan Musrenbang di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026).
Menurut Tutuhatunewa, ketiga persoalan tersebut menjadi perhatian utama karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat di wilayahnya. “Untuk Musrenbang Kelurahan Uritetu tahun 2026 dalam rangka pembangunan tahun 2027, kita menitikberatkan pada tiga masalah utama, yaitu banjir, persampahan, dan penanganan stunting atau gizi buruk dari sisi kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari tiga isu pokok tersebut nantinya akan berkembang sejumlah program turunan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Namun demikian, realisasi program sangat bergantung pada kondisi dan kemampuan anggaran.
“Selebihnya tergantung pada anggaran. Kita belum bisa memproyeksikan secara pasti. Kalau anggaran masih seperti sekarang, tentu pelaksanaan program bisa saja tidak maksimal. Tapi kalau anggaran sudah pulih, kita berkomitmen untuk menjalankan semua program secara menyeluruh,” jelasnya.
Selain itu, Tutuhatunewa menegaskan bahwa seluruh program pembangunan Kelurahan Uritetu tahun 2027 juga mengacu dan selaras dengan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon. Dengan demikian, arah pembangunan di tingkat kelurahan tetap berada dalam satu garis kebijakan pembangunan Pemerintah Kota Ambon.
“Kita di kelurahan tentu harus mendukung dan menyesuaikan dengan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Jadi apa yang menjadi fokus di Uritetu ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung visi dan misi pemerintah kota,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi keterbatasan anggaran, pihak kelurahan juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari badan usaha yang beroperasi di sekitar wilayah Uritetu.
Tutuhatunewa mengatakan, koordinasi antara RT, RW dan pihak kelurahan akan diperkuat guna menyusun proposal yang terarah dan akuntabel sehingga dapat diakomodasi melalui program CSR. “Nanti kita dorong RT dan RW bersama kelurahan untuk berkoordinasi, menyusun proposal yang jelas dan bertanggung jawab, sehingga dana CSR bisa diperuntukkan bagi warga di lingkungan sekitar badan usaha tersebut,” tandasnya.
Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kelurahan Uritetu berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang lebih terarah, selaras dengan kebijakan pemerintah kota, dan berdampak langsung bagi masyarakat pada tahun 2027 mendatang. (BN Grace)





