Kasus Gigitan Rabies di Ambon Meningkat

IMG 20260328 WA0054

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kota Ambon dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat, kasus gigitan terus meningkat sejak tahun 2023 hingga 2025, dan masih ditemukan pada awal tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, mengatakan bahwa peningkatan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pencegahan rabies.

“Peningkatan kasus terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat, rendahnya cakupan vaksinasi anjing, tingginya populasi anjing liar yang tidak terkontrol, serta mobilitas hewan yang cukup tinggi,” ujarnya saat diwawancarai via WhatsApp, Sabtu (28/3/2026).

Untuk kasus kematian akibat rabies, lanjut Norimarna, sempat mengalami penurunan dari tahun 2023 ke 2024. Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama karena kembali mengalami peningkatan pada tahun 2025 dan masih ditemukan kasus hingga awal tahun 2026.

Beberapa wilayah di Kota Ambon yang tercatat memiliki kasus gigitan antara lain Passo, Latuhalat, Air Salobar, Benteng, dan Kayu Putih. Wilayah-wilayah ini menjadi perhatian khusus dalam upaya pengendalian dan pencegahan rabies.

Norimarna memastikan bahwa ketersediaan vaksin anti rabies (VAR) untuk manusia hingga saat ini masih aman dan mencukupi di Dinas Kesehatan Kota Ambon. Ia menegaskan pentingnya penanganan cepat bagi setiap kasus gigitan untuk mencegah dampak yang lebih fatal.

“Setelah masyarakat melaporkan kasus gigitan ke puskesmas, petugas akan melakukan penyelidikan epidemiologi. Jika terindikasi rabies, maka segera diberikan vaksin setelah pengajuan ke Dinas Kesehatan. Namun jika tidak terindikasi, masyarakat dianjurkan untuk melakukan observasi terhadap hewan selama masa pemantauan,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak 22 puskesmas di Kota Ambon telah siap memberikan pelayanan terhadap setiap laporan kasus gigitan. Hal ini menjadi bagian dari upaya mempercepat respons dan memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang tepat.

Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pelaporan kasus. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada petugas di puskesmas jika terjadi kasus gigitan, karena langkah ini sangat penting untuk mencegah risiko kematian akibat rabies. Angka kematian yang masih terjadi, salah satunya disebabkan oleh kurangnya keterbukaan masyarakat dalam melaporkan kejadian gigitan sejak dini.

Dalam upaya meningkatkan layanan, Dinas Kesehatan Kota Ambon tetap membuka pelayanan penanganan kasus gigitan, termasuk edukasi dan vaksinasi, bahkan pada hari libur. Salah satu puskesmas yang tetap melayani adalah Puskesmas rawat inap Hutumuri. Oleh karena itu, komunikasi aktif antara masyarakat dan petugas kesehatan sangat diharapkan agar setiap kasus dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian rabies, Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat, penanganan cepat kasus gigitan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Monitoring dan evaluasi program juga dilakukan secara berkala guna menekan angka kasus di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi aktif antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Menurutnya, setiap kasus gigitan harus segera dilaporkan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat, sehingga risiko penularan rabies dapat diminimalisir.

Lebih lanjut, Norimarna menyampaikan harapannya agar seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan rabies di Kota Ambon.

“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, khususnya dalam menjaga hewan peliharaan, melakukan vaksinasi secara rutin, serta tidak membiarkan hewan berkeliaran bebas. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimis kasus rabies di Kota Ambon dapat ditekan,” harapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pertanian sebagai instansi teknis terkait penanganan hewan, sangat penting untuk memperkuat sistem pengendalian rabies secara menyeluruh.

Dengan berbagai langkah yang terus dilakukan, pemerintah berharap upaya eliminasi rabies dapat tercapai, sehingga masyarakat Kota Ambon dapat hidup lebih aman dan terbebas dari ancaman penyakit mematikan tersebut. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan