Jalan Lingkar Utara–Hutumuri Masuk Program IJD, Dikerjakan Secara Multi Years

IMG 20251112 WA0000

 

 

Ambon, Bedahnusantara.com – Kabar gembira datang bagi masyarakat di kawasan selatan Kota Ambon. Setelah melalui perjuangan panjang, ruas Jalan Lingkar Utara–Hutumuri akhirnya resmi masuk dalam Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program nasional ini bertujuan mempercepat pembangunan dan konektivitas jalan daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Ambon sebagai salah satu daerah prioritas di wilayah timur.

 

Proyek pembangunan jalan strategis tersebut kini tengah memasuki tahap proses tender dan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Ruas ini menjadi salah satu infrastruktur penting yang diharapkan mampu membuka keterisolasian sejumlah wilayah di bagian selatan Ambon, khususnya kawasan Hutumuri dan sekitarnya.

 

Plt. Kepala Bidang Pengembangan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Ambon, W. Sahusilawane, ST., MT., mengungkapkan bahwa perjuangan agar ruas jalan ini masuk ke dalam daftar prioritas IJD bukan hal yang mudah. Pemerintah Kota Ambon telah mengusulkan pembangunan ini selama kurang lebih tiga tahun berturut-turut, melalui mekanisme usulan ke Kementerian PUPR dan berkoordinasi intens dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku.

 

“Kami sangat bersyukur karena jalan Lingkar Utara–Hutumuri akhirnya diterima dalam program IJD setelah melalui proses yang cukup panjang dan penuh dinamika. Saat ini tender sedang berjalan, dan pekerjaan akan dilakukan dengan sistem multi years contract selama sekitar 300 hari kalender kerja,” jelas Sahusilawane saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/11/2025).

 

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan proyek berskala nasional seperti ini, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci utama. Pemerintah Kota Ambon, melalui Dinas PUPR, memegang tanggung jawab penting dalam penyediaan lahan bebas sengketa, penyusunan Detail Engineering Design (DED), hingga pemenuhan seluruh readiness criteria sebelum proyek dimulai di lapangan.

 

“Kami memastikan kesiapan daerah, baik dari sisi lahan maupun dokumen teknis, agar pelaksanaan fisik di lapangan bisa berjalan tanpa hambatan. Harapan kami, pekerjaan ini bisa diselesaikan sesuai jadwal dan dengan kualitas terbaik, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

 

Selain memperlancar arus transportasi, proyek ini juga diproyeksikan akan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Jalan Lingkar Utara–Hutumuri akan menjadi akses penghubung baru antara wilayah utara dan selatan Kota Ambon, yang selama ini masih terbatas oleh kondisi infrastruktur yang belum memadai. Dengan peningkatan akses ini, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi di sektor perdagangan, pariwisata, dan pertanian diperkirakan akan tumbuh pesat.

 

“Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya membangun konektivitas dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Ambon. Dengan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan BPJN Maluku, kita berharap pembangunan ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan selatan,” tandas Sahusilawane.

 

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam memperjuangkan proyek ini, terutama kepada Kementerian PUPR yang telah memberikan perhatian serius terhadap usulan Pemerintah Kota Ambon. “Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian PUPR dan BPJN Maluku, yang terus memberikan asistensi teknis sejak tahap perencanaan hingga persiapan tender. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas lembaga dapat menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya menutup wawancara.

 

Dengan masuknya Jalan Lingkar Utara–Hutumuri dalam program IJD, Pemerintah Kota Ambon optimistis konektivitas antarwilayah di Pulau Ambon akan semakin terbuka. Pembangunan jalan ini tidak hanya mempercepat mobilitas warga, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal serta memperluas akses menuju kawasan potensial yang selama ini belum terjangkau secara maksimal. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan