Ambon,Bedahnusantara.com: Langkah penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Ambon terus digalakan oleh Pemerintah Kota, bahkan berbagai daya dan upaya telah tempu guna memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut.
![]() |
| Lakukan Rapid Test Berkala, 550 Warga Rentan Dengan Hasil Reaktif Dikarantina Mandiri |
Melalui team Gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Ambon, pemerintah kota Ambon telah melakukan langkah pencarian dan pemeriksaan kepada masyarakat yang terkonfirmasi telah melakukan kontak secara erat dengan para pasien atau orang dengan status terkonfiormasi positif terinfeksi Covid-19.
Langkah yang kami ambil dalam rangka mendeteksi orang yang terinfeksi, dan juga orang yang diduga punya kontak erat dengan para pasien terkonfirmasi poditif ini, adalah dengan melakukan tindakan Trecing,” Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Dr.Wendy Pelupessy.
” Kami mengambil langkah Tracing guna mendeteksi dan menemukan data terkait orang-orang yang terduga telah melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19,”.
Dari hasil trecing yang dilakukan team kesehatan Kota Ambon tersebut, ditemukan data bahwa terdapat sekitar 550 warga yang rentan tertular atau terinfeksi Covid-19.
” Di kota Ambon kami telah melakukan langkah Tracing dan dilanjutkan dengan tindakan Rapid Test kepada sejumlah orang yang dinilai rentan tertular Covid-19 oleh masing-masing puskemas pada setiap kecamatam yang ada di Kota Ambon,”.
Menurutnya, pihak puskesmas yang ada, tidak melakukan rapid test secara masal, akan tetapi mereka hanya melakukan pemeriksaan yang difokuskan kepada warga atau orang yang dinilai rentan terhadap Covid-19.
” langkah Tracing dan Rapid Test hanya kami fokuskan kepada orang yang kami duga rentan terhadap Covid-19, yang kemudian dari tindakan kami ini, kami menemukan fakta bahwa terhadap 550 warga tersebut ada yang memiliki hasil reaktif yang kemudian kami lakukan arahkan untuk melakukan tindakan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan,”.
Ditambahkannya, sudah ada 550 Warga yang telah dilakukan rapid test, dan tindkan ini sekali lagi kami sampaikan bahwa hanya terfokus kepada kelompok rentan atau kelompok dengan statsu beresiko tinggi terinfeksi virus Covid-19 tersebut,”katanya
Lebih jauh diterangkannya, kegiatan tersebut telah dilakukan oleh pihaknya, terhitung sejak awal Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) atau lebih tepatnya sejak tanggal 9 juni 2020 hingga saat ini. dan itu dilaksanakan melalui seluruh puskesmas kota Ambon.
Senada dengan itu, itu Dr. Chandra selaku koordinator tracing turut menyatakan hal yang sama bahwa, pihak puskesmas yang ada di Kota Ambon selama masa PKM telah melakukan langkah strategis dan berkala. Lewat pelaksanaan Rapid Test kepada warga yang dinilai rentan terinfeksi di Kota Ambon.
Bahkan lanjutnya, dari hasil Tracing dan Rapid Test tersebut terdapat 550 warga yang telah berhasil diperiksa, dan akan terus dilanjutkan hingga kami memperoleh hasil yang maksimal, sebab dari 3000 alat Rapid Test yang disediakan sudah hampir stengah yang digunakan untuk melakukan rappid tes,”terangnya
“Puskesmas yang ada kami arahkan untuk juga melakukan langkah strategi berkala terhadap pasien yg datang berobat di Puskemas, yang fokusnya kepada para lansia dengan klasifikasi rentan penyakit penyerta. Sebab sampai saat ini kita targetkan sebanyak 3000 an, sebab dari hasil yang ada banyak yang hasilnya reaktif,” tandasnya.(BN-03)






