Ambon, Bedahnusantara.com: Kemiskinan adalah hal yang masih sulit dilepaskan dari kehidupan masyarakat yang ada di Dunia. Bahkan kemiskinan masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang berat bagi setiap pemimpin yang ada, baik pada tataran Nasional, Provinsi, Kabupaten dan Kota, bahkan hingga pada jenjang Rukun Tetangga (RT).
| Gambar : Hadi Basalamah, Ketua TGPP Provinsi Maluku |
Hal ini jugalah yang kemudian membuat pemerintah Daerah Provinsi Maluku dibawah kepemimpinan, Irjen. Pol. Prof.Drs. Murad Ismail, SH. M.H. Bekerja secara ekstra guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat maluku, dan menurunkan tingkat kemiskinan yang ada di daerah ini.
Dan buah dari kerja keras tidaklah pernah mengecewakan, tingkat kemiskinan di Provinsi Maluku kini telah mengalami penurunan yang menunjukan trand positif. Hal tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang mencatat penurunan angka kemiskinan di Maluku.
Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa; ” penurunan tingkat kemiskinan di Maluku terlihat sangat signifikan dari 17,99 persen pada tahun 2020 menjadi 16,30 persen pada tahun 2021 atau mengalami penurunan sebesar 1,69 persen,”.
Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGPP) Provinsi Maluku, Hadi Basalamah, kepada Media ini pada Minggu (20/02/2022) di Ambon.
Menurutnya, pencapaian penurunan tingkat kemiskinan di Maluku ini, adalah merupakan yang tertinggi di Indonesia, dimana untuk rata-rata Nasional, tingkat kemiskinan pada tahun 2021 hanya turun sebesar -0,48 persen.
Shingga lanjutnya,Secara kuantitas, jumlah penduduk miskin Maluku yang berhasil keluar dari jurang kemiskinan adalah sebanyak 27.430 orang, dimana hampir semuanya bermukim di pedesaan, yakni 26.590 orang atau 97 persen.
Ditambahkan Basalamah, turunnya angka kemiskinan di Maluku yang signifikan ini, setidaknya telah mencerminkan bahwa program pembangunan dan pemulihan ekonomi Maluku sejauh ini telah berlangsung dengan baik dan tepat sasaran.
” Hal tersebut tidak berlebihan bila saya katakan demikian, mengingat hampir semua indikator ekonomi di Maluku memperlihatkan capaian kinerja yang signifikan. Bahkan tingkat pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan IV 2021 sebesar 5,33 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,02 persen,” Ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pencapaian petumbuhan ekonomi pada triwulan IV tersebut menyebabkan secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Maluku tahun 2021 mencapai angka positif sebesar 3,04 persen, dimana pada tahun sebelumnya pertumbuhan ekonomi Maluku harus mengalami kontraksi yang cukup dalam akibat covid.
” Kinerja ekonomi Maluku pada tahun 2021 juga terlihat pada turunnya angka pengangguran yakni sebesar 6,93 persen, atau turun -0,64 persen dibanding tahun 2020 yang sebesar 7,57 persen. Demikian pula indikator pemerataan pembangunan yang semakin merata ditunjukkan oleh angka ketimpangan atau koefisien Gini Rasio yang menurun dari 0,326 pada tahun 2020 menjadi 0,316 pada tahun 2021, lebih rendah di bawah rata-rata ketimpangan nasional yang sebesar 0,381,” Jelas Basalamah.
Tidak hanya itu, tambahnya, di saat yang sama indikator pembangunan SDM yakni indeks pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 69,49 pada tahun 2020 menjadi 69,71 pada tahun 2021, dimana peningkatan tersebut terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang, hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup yang layak.
Capaian keberhasilan pembangunan ekonomi yang impresif di tahun 2021 ini bagaimanapun tak terlepas dari terlaksananya berbagai agenda percepatan pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Maluku yang cukup intens di sepanjang tahun tersebut.
” Sejumlah lompatan dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun tersebut mengarah pada peningkatan daya beli masyarakat, penguatan UMKM; reformasi birokrasi dan standarisasi manajemen pelayanan publik; penguatan kerjasama bisnis lintas daerah baik untuk skema B to B, maupun public-private partnership (PPP); penguatan ekspektasi, promosi, dan bargaining daerah diikuti penguatan ke arah implementasi sejumlah proyek strategis nasional; serta pengembangan implementasi sistem informasi penanggulangan kemiskinan Maluku, yang bertajuk “Rumah Basudara Sejahtera” (RBS),” Tandasnya. (BN-08)





