Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga terus didorong berbagai pihak di Kota Ambon. Salah satunya dilakukan Jemaat GPM Silo yang menggelar sosialisasi penanganan sampah skala rumah tangga di Gedung Serbaguna Gereja Silo, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Jemaat GPM Silo dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Silo dan menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Apries menjelaskan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah. Materi yang disampaikan meliputi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, pengolahan sampah organik melalui metode pengomposan, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga sistem pengumpulan dan pelacakan sampah berbasis komunitas.
Kegiatan yang diikuti warga Jemaat GPM Silo tersebut berlangsung interaktif. Selain sesi penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan berdialog langsung dengan narasumber melalui sesi tanya jawab. Demonstrasi singkat mengenai teknik pengomposan turut menjadi perhatian peserta karena dinilai mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (22/6/2026), menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Jemaat GPM Silo dalam mendukung program pengelolaan sampah di Kota Ambon.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.
“Langkah yang dilakukan Jemaat GPM Silo ini sangat positif karena edukasi mengenai pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Jika setiap keluarga mampu memilah dan mengelola sampahnya dengan baik, maka volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir akan berkurang secara signifikan,” ujar Gaspersz.
Ia menambahkan, DLHP Kota Ambon terus mendorong berbagai komunitas, sekolah, rumah ibadah, maupun kelompok masyarakat untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Ambon yang bersih dan berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan masa depan kota ini. Karena itu, kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan edukatif seperti yang dilakukan Jemaat GPM Silo,” tambahnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Jemaat GPM Silo berharap setiap keluarga dapat menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di rumah masing-masing. Langkah sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan memanfaatkan kembali sampah organik diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kebersihan lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kota Ambon dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan melalui partisipasi aktif masyarakat dari tingkat rumah tangga hingga komunitas. (BN Grace)





