Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Ambon menggelar edukasi parenting sebagai upaya memperkuat kapasitas orang tua dalam menerapkan pola pengasuhan yang tepat di tengah tantangan perkembangan teknologi dan era digital. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Jumat (7/8/2026), diikuti sekitar 100 peserta dari unsur ASN dan pengurus DWP.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para orang tua agar semakin bijak, responsif, dan adaptif dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Melalui edukasi ini, DWP mendorong lahirnya pola pengasuhan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kesehatan mental, serta nilai-nilai spiritual anak sejak usia dini.
Ketua DWP Kota Ambon, Saartje Sapulette, menegaskan bahwa tantangan zaman menuntut orang tua untuk menerapkan pendekatan pengasuhan yang menyeluruh. Menurutnya, anak-anak membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, ketangguhan mental, dan fondasi spiritual agar mampu menghadapi perubahan sosial maupun perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan global yang semakin kompleks, anak-anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan mental dan kedalaman spiritual. Pola asuh yang tepat adalah kuncinya, yaitu melalui pendekatan pengasuhan yang holistik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pola pengasuhan holistik mencakup pemenuhan gizi yang seimbang, menjaga kesehatan fisik, memberikan pendidikan dan perlindungan, hingga membangun kesehatan mental anak agar mampu menghadapi berbagai tekanan kehidupan. Selain itu, orang tua juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, disiplin, empati, dan rasa syukur, sembari memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi sesuai bakat yang dimiliki.
Saartje mengajak seluruh orang tua untuk mengedepankan keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan dalam mendidik anak. Keteladanan, menurutnya, menjadi metode pendidikan paling efektif karena anak akan lebih banyak belajar dari perilaku orang tua dibandingkan sekadar nasihat.
“Ingatlah bahwa anak belajar bukan hanya dari apa yang kita ucapkan, tetapi dari apa yang kita lakukan setiap saat. Mari kita jadikan rumah sebagai sekolah pertama yang penuh cinta, dan diri kita sebagai guru pertama yang menginspirasi. Dengan begitu, kita akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DWP Bagian Umum Setda Kota Ambon, Chatarina Aulele, dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah belajar bersama bagi para orang tua agar mampu menghadapi dinamika pengasuhan di era modern secara lebih bijaksana dan adaptif.
Mengusung tema “Melalui Pola Pengasuhan Holistik dan Penuh Kasih dari Rumah, Kita Membangun Karakter, Mental, serta Spiritual Anak yang Tangguh untuk Mempertahankan Masa Depan,” kegiatan ini dihadiri Ketua DWP dari sejumlah OPD, ASN di lingkup Bagian Umum Setda Kota Ambon, serta pengurus dan anggota DWP Unit Bagian Umum Setda Kota Ambon. (BN Grace)





