Gedung Pusdalops, Wujud Ketangguhan Hadapi Bencana

IMG 20251016 WA0005

Editor : Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi memiliki gedung baru Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).

Peresmian berlangsung di Kantor BPBD Kota Ambon, Kamis (16/10/2025), dan ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita oleh Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si.

Dalam acara yang berlangsung penuh sukacita tersebut, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits R.M. Tatipikalawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, Forkopimda, dan seluruh tamu undangan yang hadir.

“Pertama-tama saya mengajak kita semua menaikkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas penyertaan-Nya kita semua bisa ada di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat untuk bersama-sama dalam peresmian gedung Pusdalops BPBD Kota Ambon,” ujar Tatipikalawan.

Ia mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2025, tercatat 1.243 kejadian bencana di Kota Ambon, dengan tanah longsor menjadi bencana terbanyak yakni 995 kasus. Kondisi ini, menurutnya, sangat dipengaruhi oleh karakteristik wilayah Ambon yang 85 persen merupakan daerah perbukitan serta banyaknya alih fungsi lahan dari kawasan hijau menjadi pemukiman tanpa memperhitungkan risiko bencana.

“Melihat kondisi topografi, geologi, dan iklim ekstrem yang semakin dinamis, kompleksitas bencana di Ambon ke depan bisa meningkat. Karena itu, kita membutuhkan perencanaan yang komprehensif dan terkoordinasi agar penanggulangan bencana dapat berjalan efektif,” jelas Tatipikalawan.

Gedung Pusdalops BPBD Kota Ambon merupakan bantuan hibah dari Direktorat Penanganan Darurat BNPB yang dibangun pada Maret dan rampung Agustus 2025. Bangunan tahan gempa ini dilengkapi dengan fasilitas modern, seperti sistem anti kebakaran, listrik cadangan, alat deteksi asap, sistem pengumuman darurat, alat pemadam api ringan, serta CCTV 24 jam.

Pusdalops juga memiliki 16 ruangan fungsional, termasuk Command Center, ruang radio, ruang rapat, media center, dan ruang kendali operasi.

“Ruang Command Center dilengkapi dengan server data kebencanaan, empat unit TV monitor, tujuh komputer operator yang terhubung langsung dengan Call Center 112 Pemerintah Kota Ambon dan Call Center 117 BNPB, serta sistem komunikasi radio UHF/VHF. Semua ini untuk memastikan data dan informasi kebencanaan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” terang Tatipikalawan.

Selain itu, BPBD Kota Ambon juga menjadi salah satu dari 60 daerah penerima Program IDRIP (Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project) — hasil kerja sama BNPB dan Bank Dunia. Melalui program tersebut, sejak 2023 hingga 2025 telah dilakukan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, seperti pembentukan enam desa tangguh bencana, pemasangan 365 rambu evakuasi di lima kecamatan rawan bencana, serta penyusunan dokumen rencana kontinjensi gempa bumi dan tsunami.

Tatipikalawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung upaya penanggulangan bencana di Ambon, khususnya BNPB, BMKG, Basarnas, TNI, dan Polri, yang terus bersinergi dalam misi kemanusiaan dan penanganan darurat.

“Kerja sama lintas sektor ini adalah wujud nyata komitmen kita bersama. Satu nyawa saja sangat berharga dalam penanggulangan bencana,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat untuk memasukkan unsur penanggulangan bencana dalam setiap program dan pembangunan.

“Perencanaan pembangunan Kota Ambon harus mempertimbangkan aspek risiko bencana berbasis wilayah. Tujuannya jelas — membangun Ambon yang tangguh terhadap bencana dan makmur masyarakatnya,” tutup Frits R.M. Tatipikalawan. (BN Grace)

(BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan