Edison : Pemerintah Jangan Terlalu Santai Menangani Permasalahan Covid-19

Ambon, BedahNusantara.Com – Penurunan angka penyebaran kasus Covid-19 di Kota Ambon, menyebabkan Pemerintah (Pemkot) Kota Ambon mengambil langkah menutup semua rumah sakit lapangan, setelah tidak adanya lagi pasien yang yang dirawat. 

AVvXsEg5yXjjG5gd8w1SDGimniIZPirjoJoRShLZhzcEUjvVH14IU0bA9plFsZ3C3Om amv0nDeB7b04gOF315eDTv9wZ DHxjl8dEWlVmAo1IG6HR60VurzosqCXDVZpOt060XRtVzwiL4IlHSHqIEgsvE190PraRdPVLCZXMT0v1zxUMlixDVVnGiOpWGo2A=w640 h462
 Edison : Pemerintah Jangan Terlalu Santai Menangani Permasalahan Covid-19


Hanya saja, dengan adanya tingkat kekebalan berkelompok atau kawanan pada penyakit menular atau herd imunity yang mencapai 73 persen di Kota Ambon, menjadi salah satu faktor yang membuat pemerintah tidak siaga dalam hal pencegahan penyebaran dan penanggulangab covid-19.


Menurut Anggota DPRD Maluku dapil Kota Ambon, Edison Sarimanela, pemeritah jangan terlalu santai menanggapi permasalahan covid-19 ini, melainkan harus siap mengantisipasi gelombang tiga yang diprediksi akan meningkat pada Desember 2021.


“Pemerintah jangan berleha-leha. Harus siap antisipasi gelombang tiga yang diprediksi meningkat Desember 2021,” kata politisi asal Partai Hanura, Kamis (14/10).


Menurutnya, saat ini seluruh dunia masih berada dalam masa pandemi. Oleh karena itu, lanjut Edison, pemerintah harus tetap sigap.


“Kita masih ada dalam masa pandemi. Bahkan Seluruh dunia masih pandemi. Sehingga harus tetap sigap,” ungkapnya.


Dirinya menyayangkan langkah yang diambil pemerintah dengan menutup beberapa Rumah Sakit (RS) lapangan, menggunakan indikator tidak ada pasien.


Menurutnya, dalam rangka penanganan masalah Covid-19, Pemerintah wajib menyediakan fasilitas kesehatan yang mendukung, termasuk kebutuhan dasar seperti oksigen, obat-obatan yang cukup, sehingga saat terjadinya lonjakan, tidak menimbulkan kepanikan.


“Prioritas utama yakni, Pemda wajib menyediakan fasilitas kesehatan, seperti kebutuhan dasar yakni oksigen, obat-obatan, harus cukup sehingga ketika muncul tidak menimbulkan kepanikan, saat terjadinya lonjakan kasus covid-19,” bebernya.


Di bulan Desember nanti, kata Edison, kita akan di perhadapkan dengan momen hari besar, Natal dan Tahun Baru, dimana sudah pasti akan timbul klaster baru, sebagaimana sudah diprediksi para ahli yakni puncak gelombang tiga covid-19.


Oleh karena itu, Ia Meminta agar RS lapangan tetap di buka, termasuk pengawasan terhadap pintu masuk dan keluar diperketat untuk mengantisipasi lonjakan kasus.


Dirinya juga menghimbau, agar warga masyarakat tetap mentaati protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, menyelesaikan tahapan vaknisasi, agar permasalahan covid-19 bisa teratasi. (BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan