Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Distribusi beras ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali terkendala. Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny, menyebut cuaca ekstrem menjadi faktor utama terhambatnya pengiriman logistik pangan ke wilayah kepulauan tersebut.
Menurut Laipeny, BULOG sebelumnya menargetkan penyaluran beras dilakukan pada awal pekan kedua Desember 2025. Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai jadwal akibat kondisi cuaca yang memburuk saat proses persiapan distribusi. Akibatnya, stok beras hingga kini masih tertahan di gudang BULOG Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ungkap Laipeny saya wawancarai via Wa, Sabtu (17/1/2026). Komisi II DPRD Maluku sebenarnya telah mengingatkan BULOG sejak rapat dengar pendapat (RDP) pertama agar pendistribusian dilakukan lebih awal, yakni sejak November, untuk menghindari risiko cuaca buruk di akhir tahun.
Selain faktor cuaca, keterbatasan infrastruktur di Maluku Barat Daya turut memperparah persoalan. Daerah tersebut belum memiliki gudang penyimpanan beras, sementara keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pengelolaan logistik pangan juga belum tersedia. Selama ini, distribusi hanya mengandalkan Dinas Ketahanan Pangan setempat.
Kondisi fiskal daerah yang terbatas turut memengaruhi kesiapan distribusi. Pemerintah daerah baru dapat mempersiapkan pengiriman pada pertengahan hingga akhir Desember, saat kondisi laut sudah tidak bersahabat.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Komisi II DPRD Maluku mendorong BULOG melakukan pemetaan dan survei lokasi pada tahun 2026. Tiga wilayah dinilai strategis untuk pembangunan gudang penyimpanan skala kecil, yakni Kota Tepa di Pulau Babar, Pulau Moa, dan Pulau Kisar.
“Dengan adanya gudang-gudang ini, stok beras bisa lebih dekat dengan masyarakat dan tidak sepenuhnya bergantung pada pengiriman laut saat cuaca ekstrem,” ujar Laipeny.
DPRD berharap perbaikan sistem distribusi dan penguatan infrastruktur pangan dapat menjamin ketersediaan beras di MBD, terutama pada periode rawan cuaca buruk yang kerap terjadi setiap akhir tahun. (BN Grace)





