Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Tengah, Alhidayat Wajo, menyoroti secara serius dugaan malpraktik medis yang kembali mencuat di RSUD Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Ia menegaskan, manajemen rumah sakit harus segera melakukan pembenahan dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan serta penanganan medis pasien.
Wajo menilai, dugaan malpraktik yang terjadi di RSUD Masohi bukanlah persoalan baru. Menurutnya, berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan medis di rumah sakit tersebut telah berulang kali disampaikan, sehingga tidak bisa lagi dianggap sebagai kasus sepele.
“RSUD Masohi harus segera berbenah. Dugaan malpraktik ini bukan baru sekali terjadi, tetapi sudah beberapa kali dilaporkan oleh masyarakat. Jika hal seperti ini terus berulang, tentu patut dicurigai dan wajib dievaluasi secara menyeluruh,” tegas Alhidayat Wajo kepada wartawan, Rabu (7/1/2026)
Selain menyoroti dugaan malpraktik, Wajo juga meminta agar setiap keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan ditindaklanjuti secara cepat, serius, dan profesional oleh pihak rumah sakit. Ia menilai, keterlambatan dalam merespons keluhan pasien justru akan memperburuk kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah.
“Setiap keluhan warga harus segera ditindaklanjuti dengan penanganan yang baik dan bertanggung jawab. Ini penting agar masyarakat merasa dilayani dan dilindungi, meskipun pada akhirnya dugaan malpraktik tersebut belum tentu terbukti,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Wajo juga menyoroti kronologi medis pasien yang dinilai tidak dicantumkan secara utuh oleh dokter yang menangani. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pasien diketahui menjalani tindakan pencabutan gigi pada 2 September. Namun, tiga hari kemudian pasien kembali ke rumah sakit dengan keluhan pendarahan dari telinga.
“Kronologi lanjutan ini justru tidak dicantumkan secara jelas dalam catatan medis. Padahal, kondisi tersebut sangat penting untuk menjelaskan rangkaian penanganan pasien secara utuh dan transparan,” ungkapnya.
Menurut Wajo, terputusnya pencatatan kronologi medis tersebut memicu pertanyaan sekaligus kecurigaan publik. Karena itu, ia menegaskan pihak RSUD Masohi harus memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
“Pasca pencabutan gigi, pasien kembali dengan keluhan darah keluar dari telinga. Namun kronologi ini seolah diputus dan tidak dicantumkan. Ini yang harus dijelaskan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan prasangka,” tandasnya.
DPRD Maluku, lanjut Wajo, akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan mendorong adanya perbaikan serius demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Maluku Tengah. (BN Grace)





