Editor: Redaksi
AMBON, Bedahnusantara.com: Sorotan terhadap penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 8 Ambon akhirnya mendapat tanggapan dari pihak pengelola MBG Kudamati. Setelah dikoreksi melalui pemberitaan Bedahnusantara.com dan mendapat perhatian publik, pimpinan pengelola MBG Kudamati, Safina Aihena, menyampaikan klarifikasi sekaligus ucapan terima kasih atas kritik dan pengawasan masyarakat.
Klarifikasi tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada Bedahnusantara.com, Minggu (25/10/2026), menyusul pemberitaan berjudul “Menu MBG SD Negeri 8 Ambon Kembali Diprotes! Satu Tusuk Sate Jadi Sorotan, Kualitas Gizi Dipertanyakan.”
Safina menegaskan, pihaknya tidak ingin membela diri atas persoalan yang menjadi sorotan. Sebaliknya, kritik dan koreksi dari masyarakat, khususnya orang tua murid, pihak sekolah, serta media, akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan pengawasan penyajian makanan bagi siswa.
“Atas koreksi yang diberikan masyarakat, khususnya orang tua murid, pihak sekolah, maupun media, kami sangat-sangat berterima kasih. Kami tidak membela diri dan menerima masukan ini sebagai bahan untuk terus membenahi pelayanan,” demikian penegasan Safina dalam klarifikasinya.
Sebelumnya, menu MBG yang diterima siswa SD Negeri 8 Ambon menjadi sorotan setelah pemberitaan Bedahnusantara.com mengungkap sajian yang terdiri atas satu tusuk sate, potongan timun, satu potong semangka, serta kuah sate.
Komposisi menu tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kecukupan porsi dan kesesuaian kandungan gizi makanan yang diberikan kepada siswa. Persoalan ini menjadi perhatian karena program MBG bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, bukan sekadar memastikan makanan dibagikan setiap hari.
Safina menjelaskan, kejadian yang menjadi sorotan tersebut bukanlah sesuatu yang disengaja. Namun, ia mengakui bahwa persoalan itu harus menjadi bahan evaluasi bagi pengelola, terutama dalam memperketat pengawasan terhadap proses penyiapan dan penyajian makanan.
“Terkait makanan ini, kami tidak membela diri. Hal tersebut terjadi tanpa disengaja dan menjadi masukan bagi kami untuk memperbaiki pengawasan dalam proses penyajian makanan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian penting karena pelaksanaan program MBG membutuhkan pengawasan yang konsisten, mulai dari perencanaan menu, penentuan porsi, proses pengolahan, hingga makanan diterima oleh para siswa.
Kelalaian dalam tahapan penyajian, meskipun disebut tidak disengaja, tetap perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Pengelola juga dituntut memastikan bahwa makanan yang didistribusikan benar-benar sesuai dengan standar dan ketentuan program.
Menanggapi pertanyaan mengenai pemenuhan kebutuhan gizi siswa, Safina menyatakan bahwa menu yang disiapkan telah mengacu pada kajian kebutuhan gizi dan standar yang digunakan dalam pelaksanaan program.
Meski demikian, pernyataan tersebut perlu diikuti dengan evaluasi yang terukur. Kesesuaian menu dengan standar gizi harus dapat dipastikan melalui komposisi makanan, ukuran porsi, kandungan protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serta kebutuhan gizi sesuai kelompok usia penerima manfaat.
Dengan demikian, penilaian terhadap kualitas MBG tidak cukup hanya berdasarkan penjelasan pengelola. Pengawasan dan evaluasi secara berkala tetap diperlukan untuk memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi ketentuan yang berlaku.
Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya harus menempatkan kepentingan siswa sebagai prioritas utama.
Koreksi yang disampaikan Bedahnusantara.com terhadap menu MBG di SD Negeri 8 Ambon merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan pengawasan publik. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan pihak pengelola, melainkan mendorong perbaikan agar program yang menyangkut kebutuhan dasar anak sekolah berjalan sesuai tujuan.
Kritik masyarakat, orang tua murid, dan pihak sekolah juga harus dipandang sebagai masukan yang penting. Pengelola perlu menjadikan setiap laporan sebagai dasar pembenahan, bukan menunggu persoalan menjadi pemberitaan sebelum melakukan evaluasi.
Menutup klarifikasinya, Safina meminta agar penjelasan pihak pengelola dimuat oleh Bedahnusantara.com. Ia kembali menyampaikan terima kasih atas masukan dan koreksi dari masyarakat yang dinilainya penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan MBG.
Pihak pengelola menyatakan akan terus membenahi diri dan berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah.
Komitmen tersebut kini perlu diwujudkan melalui perbaikan nyata, terutama dalam pengawasan penyajian, kesesuaian porsi, dan konsistensi kualitas menu yang diterima siswa.
Sebab, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.
Bedahnusantara.com akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengawal pelaksanaan program MBG di Kota Ambon, agar kualitas pelayanan tetap menjadi perhatian dan kepentingan anak-anak sekolah tidak diabaikan. (BN Grace)









