Diduga Terlibat Dalam Skenario Jahat, Rosely Sengaja Tolak Proses PAW Saniri Passo

Ambon, Bedahnusantara.com: Kepentingan masyarakat Negeri adat, lewat kehadiran seorang pemimpin yang definitif (Raja), telah menjadi dambaan setiap masyarakat pada sejumlah negeri yang ada di Kota Ambon.

larang PAW
Markus Rosely, Penjabat Negeri Passo 


Hal tersebut jugalah yang kiranya didambakan oleh seluruh masyarakat adat pada Negeri Passo, sebab telah sekian lama negeri tersebut tidak memiliki seorang pemimpin defenitif (Raja).


Tentunya dalam menghadirkan pemerintahan yang defenitif, dibutuhkan juga perangkat pendukung lainnya yakni lembaga perwakilan masyarakat adat (Saniri Negeri) yang merupakan utusan dari berbagai mata rumah yang tergabung dalam soa, pada masyarakat negeri adat.


Akan tetapi apalah jadinya negeri adat dan masyarakat yang ada, jika kemudian penjabat Negeri yang bertugas untuk menghadirkan pemerintahan yang pro kepada masyarakat tidak mendukung proses pengangkatan dan pergantian antar waktu (PAW) dari sejumlah saniri Negeri, sebab diduga penjabat tersebut tidak menghendaki adanya kebenaran dan kesejahteraan yang tercipta bagi negeri adat yang sementara dipimpinnya.


Fakta inilah yang menjadi gambaran daei sikap Penjabat Negeri Passo Markus Rosely yang dengan tegas menolak dan membatalkan proses pengusulan dan pelantikan Penganti Antar Waktu (PAW) Saniri Negeri Passo.


Berdasarkan informasi yang diterima media ini, pembatalan pelantikan PAW saniri Negeri Passo ini, diduga dilakukan oleh Penjabat Passo Markus Rosely, sebab yang bersangkutan (Rosely), disinyalir telah secara aktif ikut serta bersama dengan Saniri Negeri Passo yang lama (terindikasi melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat Negeri Passo) dan menyebabkan yang bersangkutan mendapatkan keuntungan dan asas manfaat dari setiap masalah yang ditimbulkan mereka.


Sementara itu, Izack Maitimu dari Soa Meseng mengatakan, pihaknya menolak kepemimpinan Feliks Tohilatu selaku Ketua  Saniri karena, mereka tidak bekerja untuk kepentingan masyarakat.


“Saniri bekerja sendiri tanpa melibatkan anggota saniri lainnya diantaranya, Rony Titariuw, Empy Tomaluweng, Hery Simauw dan Armed Tuatanassy, dan hal itu juga diduga di dukung oleh Penjabat Raja (Markus Rosely)” ujarnya.


Bahkan lanjutnya, selama ini yang kami lihat dan saksikan bahwa Ketua saniri (Feliks Tohilatu) melakukan aktifitas kantor pada rumah pribadi yang ada di lokasi petani home passo larier dan bukan di kantor saniri Negeri.


“Ada ruangan yang disediakan untuk saniri di kantor Negeri Passo, tapi ketua saniri dan beberapa anggota melakukan pertemuan secara sepihak tanpa melibatkan anggota lainnnya di rumah ketua saniri,” tandasnya.


Sementara itu, Reinhard Risampessy Ketua Soa Rinsama mengaku, pihaknya menginginkan untuk menurunkan Ketua Saniri, Feliks Tohilattu. Berdasarkan aspirasi dari anak soa tertanggal 21 Agustus 2021 mereka membuat surat kepada Walikota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Ketua Latupatti, Ombusman kepala Bagian Pemerintahan Kota Ambon dan Bagian Umum Kota Ambon. 


” Kami menentukan keputusan berdasarkan aspirasi dari anak soa untuk menurunkan Feliks Tohilattu selaku Ketua Saniri, dengan alasan Ketua saniri Feliks Tohitatu merupakan pengurus salah satu partai politik dan juga menjabat sebagai Ketua Bumdes. Padahal hal tersebut tidak boleh dilakukan, apalagi yang bersangkutan  rangkap jabatan lebih dari satu dan tidak pernah mempertanggung jawabkan hasil kerja kepada masyarakat makanya, kita minta turunkan dari jabatan saniri dan Ketua Saniri.


Selain itu, tambahnya, Ketua Saniri tidak mau melaksanakan perintah Walikota Ambon untuk memproses ulang tentang mata rumah parentah di Negeri Passo, sehingga yang bersangkutan dianggap tidak mendukung kebijakan Walikota Ambon untuk proses Mata Rumah di Passo.


Sehingga dalam hal ini Penjabat Raja Markus Rosely, adalah ” orang yang sangat tidak bertanggung jawab, sebab dia tidak mau melakukan apa yang menjadi hak dan keinginan masyarakat Negeri Passo lewat PAW 5 orang yang telah diusulkan oleh setiap anak SOA,”.


Sementara itu, sebanyak lima orang yang akan di PAW diantaranya, Ketua Saniri Feliks Tohilattu, Sekretaris Saniri Yeri Saherlawan (Soa Bebas), Corneles Patiwael (Soa Bebas) masih ada soa moni 2 anggota saniri. Dan semua Itu berdasarkan hasil musyawarah soa Rinsama untuk melakukan PAW.(BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan