Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Kadinkes Ambon: 1.000 Hari Pertama Tak Boleh Diabaikan

IMG 3904 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, M.K.M., menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak boleh menunggu hingga anak mengalami gangguan pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan dengan memberikan perhatian serius terhadap kesehatan dan kecukupan gizi ibu serta anak pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Penegasan tersebut disampaikan Johan saat memberikan sambutan dalam kegiatan pencegahan stunting yang melibatkan ibu hamil di Puskesmas Poka, Kota Ambon, Jumat (21/8/2026).

Menurut Johan, persoalan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat ditangani secara parsial. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, keluarga hingga masyarakat menjadi penting agar intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Kalau berbicara stunting, kita bukan berbicara ketika anak sudah besar atau sudah dewasa. Kita berbicara tentang 1.000 hari pertama kehidupan. Itu penting, bahkan lebih penting dari apa pun,” tegasnya.

Ia menjelaskan, 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode yang sangat menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, intervensi harus dimulai sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga anak memasuki periode awal kehidupannya.

Johan mengatakan, kondisi kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan janin. Ibu yang mengalami kekurangan energi maupun protein berisiko melahirkan anak dengan gangguan pertumbuhan.

Karena itu, ia mengingatkan para ibu hamil untuk menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan gizi serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan, termasuk mengonsumsi vitamin atau suplemen tambahan apabila memang diperlukan.

“Kalau ibu mengalami kekurangan energi atau kekurangan protein, maka anak juga akan menerima dampaknya. Karena itu mama-mama harus menjaga kesehatan, makan dengan baik dan memenuhi kebutuhan gizi,” ujarnya.

Johan menekankan bahwa pemberian suplemen bukan satu-satunya langkah dalam mencegah stunting. Menurutnya, pemenuhan makanan bergizi tetap menjadi bagian utama yang harus diperhatikan selama masa kehamilan.

Ia juga mengajak keluarga untuk memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan pangan ibu dan anak. Pemilihan makanan, kata Johan, harus mempertimbangkan kandungan dan nilai gizi, bukan hanya berdasarkan makanan yang mudah diperoleh tetapi belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi.

Lebih lanjut, Johan menyebut pencegahan stunting sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Ambon. Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sejak awal akan menentukan kualitas generasi yang tumbuh dan berkembang di kemudian hari.

“Harapan saya, dari sekian ibu yang ada di sini, anak-anak kita pada akhirnya bebas stunting,” katanya.

Johan turut menyampaikan apresiasi kepada BKKBN dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan pencegahan stunting. Ia berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar upaya menekan angka stunting di Kota Ambon dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

Ia menegaskan, keberhasilan pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan. Ibu hamil, keluarga, kader, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh hak atas kesehatan dan gizi yang baik sejak awal kehidupan.

Menutup pernyataannya, Johan kembali menegaskan bahwa perhatian terhadap 1.000 hari pertama kehidupan harus menjadi prioritas bersama. Menurutnya, keberhasilan menjaga kesehatan ibu dan anak pada periode tersebut merupakan langkah awal untuk membangun generasi Kota Ambon yang lebih sehat dan berkualitas.

“Yang paling penting adalah 1.000 hari pertama kehidupan. Kalau itu kita perhatikan dengan baik, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat untuk masa depan,” pungkasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan