POGI dan Pegadaian Bekerjasama Langsung Cegah Stunting Sejak Kehamilan

IMG 3906 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum anak lahir. Kesadaran tersebut mendorong Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bersama PT Pegadaian dan Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan serta intervensi kesehatan bagi ibu hamil di Puskesmas Rumah Tiga, Kota Ambon, Jumat (21/8/2026).

Ketua POGI, dr. Janne Pattiasina, menegaskan stunting tidak boleh dipandang sebatas persoalan fisik berupa tubuh anak yang pendek. Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak, termasuk kemampuan belajar dan menghadapi persaingan di masa depan.

“Stunting bukan hanya seperti lahir dengan tubuh yang pendek. Tetapi stunting memiliki risiko terhadap keterlambatan perkembangan dan kemampuan anak untuk berkompetisi di masa depan,” jelasnya.

Menurut Janne, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, termasuk sejak perencanaan kehamilan hingga masa kehamilan dan periode 1.000 hari pertama kehidupan. Kondisi ibu seperti anemia, kekurangan gizi, maupun rendahnya kepatuhan melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.

Karena itu, POGI bersama PT Pegadaian dan Dinas Kesehatan memilih melakukan intervensi langsung dengan mendatangi masyarakat, khususnya ibu hamil. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan.

Sejumlah pemeriksaan dilakukan terhadap peserta, meliputi tekanan darah, suhu tubuh, berat badan, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), serta pengukuran lingkar lengan atas (LILA) untuk mendeteksi risiko kekurangan gizi. Para ibu hamil juga mendapatkan konseling kesehatan dan suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Janne menilai kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci agar intervensi pencegahan stunting dapat memberikan hasil yang lebih luas.

“Kalau berjalan sendiri, keberhasilannya tentu berbeda dibandingkan dengan berkolaborasi. Kegiatan untuk menekan stunting akan lebih berhasil apabila kita bekerja sama, misalnya PT Pegadaian, POGI dan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai program sesaat. Menurutnya, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tenaga kesehatan dan organisasi profesi dapat terus hadir memberikan intervensi secara langsung kepada masyarakat.

“Semoga ke depannya kami juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini, sehingga kami bisa turun langsung dan memberikan intervensi kepada masyarakat,” katanya.

IMG 3908 scaled

Program kolaborasi POGI dan PT Pegadaian tersebut juga dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan serupa digelar melalui 36 cabang POGI dengan sasaran sekitar 1.000 hingga 1.800 ibu hamil.

Janne turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan, pimpinan dan tenaga kesehatan Puskesmas Rumah Tiga yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Apresiasi juga diberikan kepada para ibu hamil yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa perang melawan stunting tidak cukup dilakukan setelah anak mengalami masalah pertumbuhan. Intervensi harus dimulai sejak ibu merencanakan kehamilan, menjaga kesehatan selama kehamilan hingga memastikan pemenuhan kebutuhan anak pada 1.000 hari pertama kehidupan. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama melahirkan generasi Maluku dan Indonesia yang lebih sehat, kuat dan berkualitas. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan