Biaya Produksi Usaha Babi Rp.375.140 Per Ekor Per Tahun

Inflasi%2BBPS
Ir. Diah Utami, M.Sc (kanan)

Ambon, Bedah Nusantara.com: Sesuai hasil Sensus Pertanian Tahun 2014, total biaya produksi usaha babi mencapai Rp. 375.140 per ekor per tahun. Biaya terbesar digunakan untuk upah pekerja dan pakan dengan komposisi masing-masing sebesar 52,28 persen dan 38,15 persen. Biaya pakan didominasi oleh pakan lainnya (jerami, ampas tahu, dll) dengan komposisi sebesar 36,29 persen dan hijauan pakan ternak 1,85 persen.

Dari total rumah tangga usaha babi sebagian besar 34,24 persen mengusahakan 1-4 ekor, 82,04 persen bertujuan pengembangbiakan, dan 75,75 persen mengusahakan dengan cara dikandangkan.

Demikian Berita Resmi Statistik dari Kepala BPS Provinsi Maluku Ir. Diah Utami, M.Sc kepada wartawan di Kantor BPS Maluku Selasa (23/12/2014).

Menurut Diah Utami, salah satu target dalam Nawa Cita ke-7 adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dengan membangun kedaulatan pangan.

Kedaulatan pangan merupakan agenda besar di sektor pertanian yang harus diwujudkan pemerintah. Di antara komoditas pangan yang dicakup dalam agenda besar tersebut adalah komoditas peternakan (daging, susu, dan telur).

Oleh karena itu, dalam upaya mencapai target Nawa Cita tentu saja membutuhkan dukungan data yang akurat dan terkini sebagai pijakan perencanaan dan formulasi kebijakan.

Dalam mendukung pengambilan kebijakan pembangunan peternakan, khususnya kebijakan yang berhubungan dengan upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak, salah satu data yang dibutuhkan adalah informasi mengenai struktur ongkos usaha peternakan di tingkat rumah tangga.

Informasi tersebut dapat diperoleh dari hasil Survei Rumah Tangga Usaha Peternakan (ST2013-STU).
ST2013-STU merupakan rangkaian dari kegiatan Sensus Pertanian 2013 (ST2013) yang dirancang untuk menyediakan informasi mengenai struktur ongkos usaha peternakan, antara lain mencakup informasi upah pekerja, pakan, pemeliharaan kesehatan, dan biaya lain yang dibutuhkan dalam usaha peternakan.

Selain itu, juga dikumpulkan data pendukung, seperti: cara pemeliharaan, tujuan pemeliharaan, dan produktivitas.
Berita Resmi Statistik (BRS) ini menyajikan hasil ST2013-STU, khususnya informasi mengenai struktur ongkos usaha babi dan ayam kampung.

Total biaya produksi usaha babi di rumah tangga untuk setiap ekor dalam setahun sebesar Rp.375.140 Sebagian besar biaya tersebut digunakan untuk biaya pekerja Rp.196.110 per ekor per tahun (persen) dan biaya pakan Rp. 143.100 per ekor per tahun (38,15 persen).

Selain itu, biaya untuk air dan biaya lain-lain masing-masing sebesar Rp.19.760 per ekor per tahun (5,27 persen) dan Rp. 12.400 per ekor per tahun (3,31 persen), sedangkan sisa biaya yang lainnya adalah untuk sewa lahan, bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.(BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan