Ambon,Bedahnusantara.com- Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk mengenali fenomena uang palsu.
Analisis Kelompok Data Informasi, Kerjasama dan Penanggulangan Uang Palsu Departemen Uang Bank Indonesia Reinaldy Akbar mengatakan, fenomena uang palsu dapat diketahui dari dua sisi yakni, sisi kwalitas dan unsur pengaman.
“Kita dapat mengetahui ciri uang palsu dari warna yang tidak terang dan jelas, bahkan tidak ada benang pengaman pada uang tersebut,” ujarnya usai wartawan melakukan kunjungan di Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Karawang, Jawa Barat, Senin (24/7/2023).
Dia mengatakan, untuk mengetahui peredaran uang palsu Bank Indonesia setiap 6 bulan atau satu tahun menyusun laporan dan unsur pengaman yang ada pada uang rupiah
“Disitu kami melihat dari seluruh uang yang masuk mana yang dikatakan palsu atau tidak,” paparnya.
Selain itu, kata dia, kwalitas uang rupiah dapat diketahui dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang, dimana, uang kertas rupiah memiliki bahan serat kertas, benang pengaman, tanda air, desain dan tehnik cetak.
“Ini merupakan pertahanan pertama untuk mencegah pemalsuan uang,” ungkapnya.
Untuk mengenali lebih dalam tentang rupiah Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk Cinta, bangga dan Paham Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan untuk mengenal karakteristik dan desain rupiah, memperlakukan rupiah secara tepat, menjaga diri dari kejahatan uang palsu.
“Gerakan cinta rupiah ini memang harus dibudayakan karena rupiah ini merupakan salah satu simbol negara dan juga pemersatu bangsa,” tandasnya. ( BN – Norina )






