Balai Arkeologi Provinsi Maluku Gelar Temu Jurnalistik

balai%2Barke

Ambon, Bedah Nusantara.com: Balai Arkeologi mengadakan Jumpa Pers dengan Wartawan yang berlangsung pada OSEAN HOTEL jumat 18/02, Balai Arkeologi telah lama berada di Ambon akan tetapi selama ini belum dikenal oleh masyarakat, dikarenakan tidak ada kerja sama antara Balai Arkeologi dengan pihak Media.

Untuk itu Salah satu Langkah Awal Balai Arkeologi melaksanakan Jumpa Pers sebagai bentuk Langkah awal mereka untuk memperkenalkan Balai Arkeologi dikota Ambon, dalam rangka memberikan Informasi Kepada Masyarakat tentang Keberadaan dan Program Kerja Balai Arkeologi Maluku.

Dalam jumpa Pers yang dilaksanakan di OCEAN HOTEL ini,turut hadir sebagai undangan adalah Kepala Pusat Arkeologi Nasional I Made Geria,Muhammad Husni,M.M, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku Martinus Tiweri,Jajaran Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kota Ambon.

Dalam Kegiatan tersebut yang menjadi Nara Sumber Yakni Staf Arkeologi Nasional,Kemendikbud ‘Sony Wibisono,Ketua Profesi Antropolo Arkeologi Indonesia(AAI),dan Setyadi Bahtiar juga Jurnalist Kompas ‘Mohammad Arif.

Kepada Pers Kepala Pusat Arkeologi Nasional I Made Geria, dalam paparannya mengatakan Arkeologi mempunyai Peranan Khusus dalam Pembangunan yang berkelanjutan yang tujuannya melakukan Kajian Harmonisasi Lingkungan berkaitan dengan Adanya Kearifan Lokal dalam Sistem Pela-Gandong Agar tetap dijaga dan dilestarikan dengan baik.

Dilanjutkannya, Sinergritas yang dibangun bersama dengan Media dalam rangka untuk mempublikasikan tugas Arkeologi itu sendiri dan juga bertujuan untuk mencerdaskan masyarakat.

Kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya Media dalam program kerja ini,perlu dukungan media agar bisa meyakinkan masyarakat melalui infomasi segingga masyarakat lebih mengenal kami Arkeologi karena Medialah yang menjadi unjung tombak dalam mensosialisasikan Nilai-nilai Arkeologi kepada masyarakat di Maluku,jelasnya.

Ditempat yang sama juga Kepala Balai Arkeologi Maluku Muhammad Husni,M. Menjelaskan pesan Kebudayaan Arkeologi sangat membutuhkan dukungan yang baik dari Media untuk dapat menyebarluaskan Informasi dan dapat menumbuhkan kepekaan dari pihak jurnalist  untuk menangkal ISU kebudayaan sebagai Menistrem Pembangunan.

Dilanjutkan adapun kegiatan yang akan dilakukan salah satunya Jelajah Pusaka Bahari yang akan berpusat di teluk Ambon,sebab kenyataan yang ada selama ini pengelolaan pada Teluk Kota Ambon pada dasarnya masih terhitung minim, terutama dalam bidang Kebudayaan khususnya.

Kita juga nantinya akan fokus untuk menggunakan Ferry Lelemuku untuk secepatnya, Isu-isu yang diangkat berupa Maritim dan Bahari bisa dapat terselesaikan terutama dalam pengbangan Teluk Ambon sebagai unsur Pusaka Maluku dan akan berkembang secara luas di lingkungan indonesia,lanjutnya.

Lebih jauh diungkapkannya, kami pihak Balai Arkeologi juga telah merencanakan dan menyusun program kerja untuk kedepan akan menjadikan Teluk Ambon sebagai Ajang Kawasan ZONA Konservasi Terbatas dan dengan harapan bahwa Teluk Ambon dapat di kembangkan bersama untuk menjadi Pusaka kota Ambon.

Pada waktu yang sama pula Staf Bapeldada Eggi Maail mewakili Pejabat Walikota Ambon menyampaikan Media harus berperan dalam langkah Perubahan,karena  saat ini komunikasi dan informasi sudah menjadi sarapan bagi masyarakat setiap hari, sehingga melalui Medialah Masyarakat lebih mendalam lagi untuk mengenal Arkeologi.

Diakhir paparanya Egi mengatakan bahwa saya merasa adanya jumpa Pers antara Media dan Arkeologi ini adalah sebuah anugerah, sehingga sangat diharapkan dapat membawa kebaikan khususnya lebih mendekatkan Arkeologi pada kalangan Masyarakat dikota Ambon tutupnya. (BN-05)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan