Awal 2026, 62 Kasus HIV Tercatat di Ambon, Dinkes Sebut Tren Alami Penurunan

IMG 20260126 WA0018

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat sebanyak 62 kasus HIV selama periode Januari hingga Februari 2026. Rinciannya, pada Januari terdapat 52 kasus, sementara Februari tercatat 10 kasus. Data ini merupakan laporan resmi yang dihimpun dari fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Ambon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna, saat diwawancarai via telepon, Jumat (6/3/2026), membenarkan angka tersebut. Ia menjelaskan bahwa seluruh kasus yang tercatat telah melalui prosedur pemeriksaan dan pelaporan sesuai standar yang berlaku.

“Untuk Januari ada 52 kasus dan Februari 10 kasus, sehingga total dua bulan terakhir ini sebanyak 62 kasus. Itu adalah kasus yang terdata di Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Meski angka di awal tahun ini masih ditemukan puluhan kasus, Norimarna menegaskan bahwa secara keseluruhan tren kasus HIV di Kota Ambon dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun. Berdasarkan data yang dihimpun sejak tahun 2023 hingga akhir Desember 2025, jumlah kasus yang teridentifikasi mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, penurunan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari upaya berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak. Program edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan HIV terus digencarkan, baik melalui fasilitas kesehatan, sekolah, komunitas, maupun kelompok masyarakat lainnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga aktif mendorong pemeriksaan atau skrining dini bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko. Dengan deteksi lebih awal, pasien dapat segera mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) sehingga kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula penanganannya. Pengobatan HIV saat ini sudah tersedia dan dapat diakses di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kota Ambon juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta komunitas-komunitas yang peduli terhadap isu HIV/AIDS. Kolaborasi ini dinilai sangat penting, terutama dalam menjangkau kelompok rentan, melakukan pendampingan kepada orang dengan HIV (ODHIV), hingga memberikan edukasi secara langsung di lapangan.

Peran LSM dan komunitas tersebut, lanjut Norimarna, membantu pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat, mengurangi stigma, serta memastikan ODHIV tetap konsisten menjalani pengobatan. Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif karena dilakukan secara persuasif dan berkelanjutan.

Norimarna juga menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap ODHIV. Ia menilai, stigma dan diskriminasi sering kali menjadi hambatan utama dalam upaya penanggulangan HIV, karena membuat orang enggan memeriksakan diri atau menjalani pengobatan secara terbuka dan konsisten.

“Kita harus melihat ini sebagai persoalan kesehatan yang perlu ditangani bersama, bukan untuk dijauhi atau didiskriminasi. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting agar pasien bisa disiplin menjalani pengobatan,” tegasnya.

Ke depan, Dinas Kesehatan Kota Ambon akan terus memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit, puskesmas, laboratorium, serta organisasi dan komunitas peduli HIV/AIDS guna memastikan program pencegahan dan pengendalian berjalan optimal sepanjang tahun 2026. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan angka kasus baru sekaligus meningkatkan kualitas hidup para ODHIV di Kota Ambon. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan