Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Anna Latuconsina melakukan kunjungan sekaligus dialog bersama kader Posyandu dan masyarakat di Kantor Kelurahan Uritetu, Kota Ambon, Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan.
Dalam kesempatan itu, Anna menyampaikan rasa syukurnya karena kondisi kesehatan anak-anak di wilayah tersebut cukup baik. Berdasarkan informasi yang diperoleh, tidak ditemukan kasus stunting di wilayah tersebut, meskipun masih terdapat beberapa persoalan kesehatan lain seperti masalah kesehatan gigi yang dialami sebagian anak.
“Kita bersyukur di sini tidak ada stunting. Memang ada beberapa persoalan kesehatan seperti masalah gigi dan sebagainya, tetapi secara umum kondisi anak-anak cukup baik,” ujar Anna saat diwawancarai di Kantor Kelurahan Uritetu.
Meski demikian, ia menyoroti keterbatasan fasilitas yang dimiliki Posyandu. Menurutnya, sejumlah peralatan kesehatan dasar seperti timbangan bayi sudah perlu mendapatkan perhatian karena penggunaannya memiliki batas waktu tertentu dan harus dikalibrasi secara berkala agar tetap akurat.
Anna menjelaskan bahwa timbangan bayi idealnya tidak digunakan terlalu lama tanpa proses kalibrasi. Namun proses tersebut membutuhkan biaya, sementara anggaran operasional Posyandu sangat terbatas.
“Alat timbangan bayi itu tidak bisa dipakai bertahun-tahun. Paling lama sekitar satu tahun sudah harus dikalibrasi kembali. Sementara untuk melakukan kalibrasi juga membutuhkan biaya, dan kita tahu anggaran Posyandu sangat terbatas,” jelasnya.
Ia menambahkan, Posyandu merupakan bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah. Oleh karena itu, kebutuhan fasilitas bagi kader Posyandu perlu menjadi perhatian pemerintah kota agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
Lebih lanjut, Anna mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan kader Posyandu dan masyarakat akan menjadi bahan masukan untuk mendorong peningkatan sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh, termasuk menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ia juga berharap kondisi keuangan pemerintah ke depan semakin membaik sehingga berbagai kebutuhan fasilitas kesehatan bagi kader Posyandu dan pelayanan kepada masyarakat dapat terpenuhi.
Dalam kegiatan tersebut turut disalurkan paket bantuan yang nantinya akan dibagikan oleh kader Posyandu kepada para penerima manfaat. Satu Posyandu diketahui melayani sekitar 84 balita, dengan total paket bantuan yang diterima mencapai lebih dari 190 paket yang kemudian didistribusikan oleh para kader kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Anna berharap pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan dapat terus ditingkatkan, terutama dalam pemantauan tumbuh kembang balita serta pencegahan berbagai masalah kesehatan sejak dini di masyarakat. (BN Grace)





