Anna Latuconsina Dengarkan Aspirasi Kader Posyandu di Kelurahan Uritetu

IMG 20260309 WA0032 scaled

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Anna Latuconsina, melakukan kunjungan sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung di Kelurahan Uritetu, Kota Ambon, Senin (9/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Anna menyampaikan rasa syukur karena seluruh peserta dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan, termasuk dukungan dari masyarakat setempat.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan pada sore hari ini dapat terlaksana dengan baik. Kita juga patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul bersama,” ujar Anna di hadapan warga.

Pada kesempatan itu, Anna juga menjelaskan secara singkat mengenai dua lembaga perwakilan di tingkat nasional, yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ia menjelaskan bahwa anggota DPR berasal dari partai politik, sementara anggota DPD merupakan perwakilan daerah yang dipilih langsung oleh masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh para kader Posyandu dan masyarakat yang terlibat dalam berbagai kegiatan pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan.

Anna menilai kader Posyandu merupakan sosok penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, karena mereka bekerja langsung di tingkat akar rumput dan berinteraksi dengan warga setiap hari.

“Kader Posyandu ini adalah orang-orang hebat. Mereka bekerja secara sukarela untuk membantu masyarakat, terutama dalam memperhatikan kesehatan ibu dan anak di lingkungan sekitar,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak keterbatasan yang dihadapi para kader di lapangan, baik dari segi fasilitas maupun dukungan operasional. Di beberapa wilayah bahkan kegiatan Posyandu masih dilakukan di rumah warga atau halaman terbuka karena belum memiliki tempat pelayanan yang memadai.

Menurutnya, pelayanan kesehatan dasar seperti Posyandu merupakan bagian dari sistem kesehatan yang pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah, baik kabupaten maupun kota, melalui dukungan anggaran daerah.

Dalam kesempatan itu, Anna juga menanyakan kepada para kader terkait pelaksanaan berbagai program kesehatan di Posyandu, termasuk program pemberian makanan tambahan bagi balita.

Ia ingin memastikan apakah program tersebut sudah benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan, terutama balita yang terdaftar di Posyandu setempat.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi para kader Posyandu dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga dukungan program kesehatan.

“Kunjungan ini memang bertujuan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, khususnya para kader Posyandu yang selama ini bekerja langsung melayani masyarakat,” tutupnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan