Ambon, Bedah Nusantara.com: Penerimaan siswa/siswi baru tahun ajaran 2015, Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru mulai membuka penerimaan siswa/siswi baru tahun ajaran 2015/2016, jumlah siswa yang bakal diterima oleh sekolah ini sebanyak 138 siswa yang akan diseleksi dari lulusan-lulusan SMP dari 22 Kabupaten/Kota yang tersebar di Provinsi Maluku maupun Provinsi Maluku Utara.
Kepala Sekolah SUPM, Machmud Jais Wali di Ambon, beberapa waktu kemarin mengatakan penerimaan siswa kali ini lebih memprioritaskan anak nelayan, yang mana pembagian kuota penerimaan siswa terdiri dari 40 persen untuk anak nelayan, 40 persen untuk umum dan 20 persen untuk mitra.
“Bagi seluruh siswa yang akan melanjutkan studi ke SUPM waiheru saat mengikuti seleksi tiidak dikenakan biaya, untuk biaya pendaftaran nantinya akan diterima setelah pihak sekolah mendapatkan hasil seleksi yang dilakukan bersama mitra yakni Batalyon Infantri 733 Kodam XVI pattimura.”ungkapnya.
Dikatakan pula, untuk Provinsi maluku ada 4 kabupaten yang menjadi prioritas yakni Kabupaten Seram Bagian Barat, kabupaten Maluku Tenggara, kabupaten Maluku Tenggara Barat, kabupaten Maluku Tengah.
“Untuk empat kabupaten ini, kita prioritaskan dikarenakan merupakan wilayah pemberdayaan nelayan. Sehingga siswa yang berasal dari empat kabupaten tersebut akan menjadi fokus dalam penerimaan siswa tahun ajaran baru.” tandasnya.
Dijelaskan Jais, untuk kuota penerimaan siswa dari masing-masing kabupaten/kota adalah delapan orang agar dapat mencukupi kuota penerimaan siswa tiap tahunnya. Sementara itu, untuk Kota Ambon dan kabupaten Maluku Barat Daya diberikan kewenangan tersendiri dalam hal keterwakilan siswa.
“Untuk kota Ambon dan Kabupaten MBD, siswa yang diterima melebihi kuota dari kabupaten lainnya yakni 16 orang, karena Kota Ambon dan Kabupaten MBD merupakan wilayah Minapolitan Kementrian kelautan dan Perikanan.” Jelasnya.
Menurut Jais, setiap tahun SUPM Waiheru mengalami peningkatan dalam penerimaan siswa baru, sehingga pihaknya tidak bisa menambah jumlah penerimaan siswa dari kuota yang ditetapkan, akibat dari terbatasnya fasilitas dan infrastruktur yang ada.
“Untuk tahun ini saja jumlah siswa yang melamar naik sekitar 200 orang, sehingga diharapkan kedepan pihak-pihak terkait dapat membantu meningkatkan infrastruktur guna mendukung aktivitas sekolah.” imbuhnya. (BN-08)
