Editor: Redaksi
AMBON, Bedahnusantara.com: Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku mengangkat isu ketahanan energi dan masa depan Proyek Abadi Blok Masela melalui diskusi publik bertajuk “Energi untuk Maluku: BBM, LPG dan Masa Depan LNG Blok Masela”. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Konferensi Wilayah (Konferwil) III AMSI Maluku 2026 yang akan berlangsung di Zest Hotel Ambon, Selasa (20/10/2026).
Diskusi tersebut dirancang sebagai ruang dialog lintas sektor untuk membahas persoalan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), hingga perkembangan Proyek Abadi Blok Masela dan rencana pembangunan fasilitas gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
Ketua AMSI Maluku, Hamdi Jempot, mengatakan isu energi dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, terutama di Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan.
Menurut Hamdi, ketersediaan dan distribusi energi masih menjadi persoalan strategis yang membutuhkan perhatian bersama. Kondisi geografis Maluku menghadirkan tantangan tersendiri dalam memastikan pasokan energi dapat menjangkau masyarakat secara merata.
“BBM dan LPG menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat. Bagi Maluku sebagai daerah kepulauan, persoalan distribusi dan ketersediaan pasokan energi tentu memiliki tantangan tersendiri,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, pembahasan energi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga menyangkut peluang pembangunan ekonomi daerah pada masa mendatang, khususnya melalui pengembangan Blok Masela.
AMSI Maluku berharap pengembangan Proyek Abadi Blok Masela tidak semata-mata berorientasi pada investasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Manfaat tersebut, kata Hamdi, dapat diwujudkan melalui terbukanya kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal, meningkatnya peluang usaha bagi pelaku usaha daerah, serta meluasnya dampak ekonomi bagi masyarakat Maluku.
“AMSI Maluku berharap pembangunan Blok Masela nantinya tidak hanya berbicara tentang investasi, tetapi juga manfaat bagi masyarakat Maluku. Bagaimana tenaga kerja lokal dapat mengambil bagian, pelaku usaha lokal memperoleh peluang, dan pembangunan tersebut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah,” katanya.
Untuk memperkaya pembahasan, AMSI Maluku akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan industri energi, pemerintah daerah, organisasi pers, perguruan tinggi, TNI/Polri, serta unsur dunia usaha.
Hamdi menyebutkan, pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari SKK Migas, INPEX Masela, dan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya forum tersebut.
Dalam diskusi panel, INPEX dijadwalkan memaparkan perkembangan Proyek Abadi Blok Masela dan rencana pembangunan fasilitas LNG. Sementara itu, narasumber dari AMSI nasional akan memberikan perspektif mengenai peran media siber dalam mengawal investasi, ketahanan energi, dan pembangunan berkelanjutan di Maluku.
Forum ini juga akan membahas tantangan distribusi energi di wilayah kepulauan, peran pemerintah dan badan usaha dalam menjaga ketahanan energi, serta peluang keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal dalam pengembangan Blok Masela.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif publik mengenai sektor energi sekaligus mendorong penyampaian informasi yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
AMSI Maluku berharap forum tersebut dapat menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai pola kerja sama yang konstruktif, transparan, dan tetap mendukung independensi media dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
Selain agenda diskusi publik, Konferwil III AMSI Maluku juga menjadi forum organisasi untuk mengevaluasi perkembangan organisasi dan industri media siber di Maluku, menyusun program kerja, serta memilih dan menetapkan kepengurusan AMSI Maluku untuk periode berikutnya.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (20/10/2026) di Zest Hotel Ambon tersebut diperkirakan diikuti sekitar 100 hingga 150 peserta.
Peserta berasal dari perusahaan media, organisasi pers, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, TNI/Polri, perguruan tinggi, kalangan akademisi, dunia usaha, jurnalis, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui Konferwil III dan diskusi publik ini, AMSI Maluku berupaya memperkuat peran media siber sebagai ruang penyebaran informasi yang berkualitas sekaligus mendorong dialog publik mengenai persoalan energi dan arah pembangunan Maluku ke depan. (BN Grace)









