Di Tengah Efisiensi Anggaran, Wali Kota Ambon dan AMSI Maluku Bahas Masa Depan Kemitraan Media

11a0e3a8 64a6 4fdf 9bbb 6b892e20b741

Editor: Redaksi

AMBON, Bedahnusantara.com:  Hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dan media massa menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) III Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku 2026. Forum ini akan menghadirkan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, sebagai narasumber dalam diskusi mengenai masa depan kerja sama pemerintah dan media di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Sesi tersebut mengangkat tema “Menjaga Kemitraan, Merawat Informasi Publik: Masa Depan Kerja Sama Pemkot Ambon dan Media Massa di Tengah Efisiensi Anggaran.” Diskusi dijadwalkan berlangsung di Zest Hotel Ambon, Selasa (20/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian Konferwil III AMSI Maluku.

Tema ini mengangkat pentingnya menjaga hubungan yang konstruktif antara pemerintah dan media, terutama dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan mudah diakses ketika pemerintah menghadapi penyesuaian anggaran.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

Kemitraan pemerintah dengan media tidak hanya berkaitan dengan publikasi kegiatan pemerintahan, tetapi juga menyangkut keterbukaan informasi, penyampaian kebijakan publik, serta ruang bagi masyarakat untuk mengetahui dan mengawasi jalannya pemerintahan.

Dalam konteks tersebut, diskusi diharapkan menjadi wadah untuk bertukar pandangan mengenai pola kerja sama yang efektif, transparan, dan berkelanjutan tanpa mengabaikan independensi pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

Kehadiran Wali Kota Ambon dalam forum ini juga menjadi kesempatan untuk membicarakan bagaimana pemerintah daerah dan perusahaan media dapat membangun pola komunikasi yang tetap produktif di tengah keterbatasan anggaran.

Efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri bagi berbagai sektor, termasuk dalam pelaksanaan program komunikasi dan penyebarluasan informasi pemerintahan. Karena itu, diperlukan pendekatan kemitraan yang tepat agar kebutuhan masyarakat terhadap informasi publik tetap terpenuhi.

Di sisi lain, media massa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara profesional, melakukan kontrol sosial, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Diskusi ini merupakan bagian dari agenda AMSI Maluku untuk mempertemukan pemerintah daerah, perusahaan media, jurnalis, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membahas persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Konferwil III AMSI Maluku sendiri dijadwalkan berlangsung pada Selasa (20/10/2026) di Zest Hotel Ambon dan diperkirakan diikuti sekitar 100 hingga 150 peserta dari perusahaan media, organisasi pers, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, TNI/Polri, perguruan tinggi, akademisi, serta kalangan dunia usaha.

Selain diskusi mengenai kemitraan pemerintah dan media, kegiatan tersebut juga menjadi forum organisasi untuk mengevaluasi perkembangan industri media siber di Maluku, menyusun program kerja, serta memilih dan menetapkan kepengurusan AMSI Maluku periode berikutnya.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama bahwa kemitraan pemerintah dan media perlu dijalankan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dengan demikian, efisiensi anggaran tetap dapat berjalan seiring dengan komitmen menjaga keterbukaan informasi publik dan kualitas demokrasi di daerah. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan