Ambon Smart City: Langkah Nyata Pemerintah Kota Siapkan SDM Unggul Lewat Kolaborasi dengan Kampus

IMG 20251030 WA0006

 

Ambon, Bedahnusantara.com – Komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis digital tak hanya diwujudkan lewat sistem dan infrastruktur, tetapi juga melalui kolaborasi dunia pendidikan. Hal ini tampak dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang melibatkan 125 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Pattimura (Unpatti), di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (KOMINFO Sandi) Kota Ambon, Senin (28/10/2025).

Bertempat di Ruang Darwin KOMINFO Ambon, para mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Dinas KOMINFO Sandi, Ronald Lekransy, yang juga menjadi narasumber utama dengan materi bertajuk “Strategi Sistem Informasi Pelayanan Publik Menuju Ambon Smart City.”

Dalam pemaparannya, Lekransy menjelaskan bahwa pelayanan publik masa kini menuntut efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas yang hanya bisa dicapai melalui transformasi digital. Ia menegaskan, pendekatan pelayanan publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 kini semakin diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang percepatan transformasi digital, yang menempatkan empat fokus utama: perizinan, pelayanan publik, SPBE, dan SDI.

“Platform digital bukan sekadar alat, tetapi jembatan yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam pelayanan yang cepat, terbuka, dan responsif,” ujar Lekransy di hadapan mahasiswa FISIP Unpatti.

Ia juga menguraikan strategi lima tahunan Pemerintah Kota Ambon dalam kerangka RPJMD dan Ambon Smart City, yang berfokus pada penguatan pelayanan dasar serta pembangunan infrastruktur menuju Ambon yang inklusif. Fokus di tahun pertama mencakup sektor pendidikan, kesehatan, air bersih, drainase, hingga perbaikan jalan.

Selain itu, strategi pembangunan juga diarahkan pada pemerataan jaminan sosial dan ekonomi, akselerasi transformasi digital dan ekonomi lokal, serta harmonisasi sosial dan keberlanjutan pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa diperkenalkan langsung dengan berbagai inovasi digital yang telah dijalankan Pemkot Ambon melalui sistem SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), antara lain: SP4N LAPOR, SRIKANDI, OSS, SIMANTAP, SIMPATDA, SILAPARD, SIMAK, SIM PBB, SPMB, Call Center 112, serta Command Center yang menjadi pusat kendali data dan informasi kota.

Menurut Lekransy, infrastruktur digital yang dibangun Pemkot Ambon tidak akan maksimal tanpa keterlibatan dunia akademik, khususnya generasi muda yang memiliki kemampuan riset, inovasi, dan pemikiran kritis.

“Kami percaya, kampus adalah mitra strategis pemerintah. Melalui riset dan penelitian, mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Ambon,” ujarnya.

Kerja sama ini mendapat sambutan hangat dari pihak FISIP Unpatti. Kehadiran mahasiswa di lingkungan kerja pemerintahan diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata mengenai bagaimana birokrasi dan pelayanan publik dijalankan dalam era digital.

Melalui kegiatan PKL ini, Pemerintah Kota Ambon berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut — tidak hanya dalam bentuk pelatihan, tetapi juga riset kebijakan, inovasi sistem informasi, hingga pembentukan ekosistem SDM unggul menuju Ambon Smart City. (BN/Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan