Ambon,Bedahnusantara.com:Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AM-GPM) mengelar kongres XXIX yang berlangsung di gedung gereja Pniel wayame, Minggu (25/10/20)
Kongres yang dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, turut hadir Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Anggota DPD RI Novita Anakotta,Rektor Unpatti Prof Dr.M.J Saptenno berserta forkopimda lainnya.
Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya mengatakan, pemuda gereja harus miliki tiga karakter yaitu Keberanian, Kejujuran dan Keadilan.
“Dalam karakter keberanian dimana, dalam lingkungan masyarakat banyak berita yang menyesatkan karena itu, pemuda gereja harus memiliki mindset yang positif dan konstruktif, karakter kejujuran dimana, pemuda gereja harus setia berlaku jujur terhadap hal-hal kecil, sedangkan
karakter keadilan memiliki kaitan erat dengan kesejahteraan,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Walikota Ambon Richard Louhenapessy menjelaskan, AM-GPM adalah semua anggota AMGPM yang berusia 17-45 tahun sehingga, memiliki tiga generasi.
“Anggota AM-GPM terdiri dari tiga generasi yaitu, generasi X mereka yang lahir tahun 1985-1990, generasi milenial lahir pada tahun 1991-1994 dan ketiga generasi sehat atau generasi internet itu yang lahir tahun 1995-2010,” ujarnya.
Perbedaaan generasi pada tubuh AM-GPM bukan sekedar soal perbedaan usia dan minat tapi, perbedaan budaya dan gaya hidup.
“Baik generasi milenial dan generasi net yang akrab dunia digital dan cenderung prakmatis membutuhkan pola pendampingan dan pendekatan yang berbeda, karena anak muda tidak butuh diceramahi namun, mereka butuhkan pendamping,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia leonard Heppy Lelapary menabahkan, kongres yang dikakukan secara virtual merupakan kerja keras yang dirangkai oleh kader AM-GPM sendiri.
“Akibat Covid-19 kongres AM-GPM dilakukan secara virtual berdasarkan protap Covid-19 ada panduan yang dibagi seluruh peserta,” ungkapnya.
Dia berharap, kongres ini tidak akan menjadi klaster baru dan para peserta sudah mengikuti rangkai persiapan dengan rapit tes.
“Nantinya setelah kongres usai seluruh peserta kembali ke lokasi masing-masing, karena ada peserta yang datang dari zona hijau ke zona orange dan akan dibekali dengan repit tes dari gugus tugas kota ambon,” terangnya.( BN-03)






