Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com.com: Setahun memimpin Kota Ambon, Wali Kota Bodewin M. Wattimena bersama Wakil Wali Kota Elly Toisuta mulai menunjukkan realisasi nyata dari 17 program prioritas yang telah dicanangkan. Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025, di Baileo Rakyat, Selasa (31/03/2025).
Dalam pidatonya, Wattimena menegaskan bahwa seluruh program dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Program-program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, implementasi program tetap mengacu pada prinsip pemerataan dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Ambon 2023–2026.
Berbagai capaian pun mulai terlihat. Pada sektor pelayanan dasar, Pemerintah Kota Ambon memperluas akses air bersih melalui pengembangan jaringan pipa, pembangunan sarana prasarana di 16 lokasi, serta kerja sama penyediaan air dengan pihak swasta. Di sektor lingkungan, penanganan sampah mencapai rata-rata 176,43 ton per hari, didukung penambahan armada, pembangunan TPS, serta pembenahan TPA menuju sistem controlled landfill.
Upaya mengurai kemacetan dilakukan melalui penataan lalu lintas, pemeliharaan fasilitas jalan, hingga penyediaan kantong parkir baru. Sementara pada infrastruktur, pembangunan jalan, jembatan, hingga fasilitas umum terus dilakukan, termasuk perbaikan permukiman dan pasar tradisional.
Di bidang ekonomi, Pemkot Ambon mendorong pertumbuhan UMKM dengan berbagai bantuan dan pelatihan. Lebih dari 7.000 pelaku UMKM mendapat pengembangan usaha, didukung fasilitas seperti booth dan etalase. Selain itu, akses permodalan melalui KUR serta pelatihan bagi penyandang disabilitas juga menjadi perhatian.
Pelayanan publik turut mengalami peningkatan melalui Mall Pelayanan Publik dengan indeks kepuasan masyarakat mencapai 87,56 persen dan realisasi investasi sebesar Rp269,14 miliar. Di sektor ekonomi kreatif, Ambon sebagai City of Music terus diperkuat melalui penyelenggaraan event dan dukungan terhadap pelaku kreatif.
Pada sektor pendidikan dan kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) telah menyentuh 98,65 persen, sementara angka stunting turun menjadi 272 kasus, terendah sejak 2021. Program makanan bergizi gratis juga telah menjangkau puluhan ribu siswa.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut mengalami peningkatan dengan realisasi mencapai Rp225,5 miliar. Di sisi lain, program “Wali Kota Jumpa Rakyat” (WAJAR) menjadi ruang komunikasi langsung dengan masyarakat, dengan ratusan pengaduan yang ditindaklanjuti.
Pengembangan pariwisata, reformasi birokrasi, hingga penerapan smart city juga terus berjalan, termasuk layanan call center 112 dan pemasangan CCTV di berbagai titik strategis.
Tak hanya itu, perhatian terhadap kelompok rentan diwujudkan melalui bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan bagi penyandang disabilitas. Peran lembaga keagamaan, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan juga diperkuat dalam mendukung pembangunan daerah.
Wattimena berharap seluruh program yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan daerah dapat berjalan terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan Kota Ambon secara keseluruhan,” pungkasnya. (BN Grace)





