Warga Binaan Lapas Namlea Hasilkan Produk Kreatif Bernilai Ekonomi

IMG 9467 scaled

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus menunjukkan kreativitas melalui berbagai produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi. Produk-produk tersebut merupakan hasil pembinaan dalam program Lapak Kamli yang kini mulai dikenal luas.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengungkapkan bahwa karya warga binaan yang ditampilkan kali ini cukup beragam, mulai dari produk kesehatan hingga kerajinan tangan berbahan limbah.

“Produk yang dihadirkan di antaranya minyak kayu putih dan minyak VCO dari kelapa yang diolah secara alami, bahkan ada varian campuran antara minyak kayu putih dan VCO,” ujar Marasabessy saat diwawancarai di Ambon, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, produk VCO yang dihasilkan merupakan olahan murni tanpa campuran bahan kimia, sehingga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satu keunggulannya adalah kandungan alami yang dipercaya dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

Selain produk minyak, warga binaan juga mengembangkan kerajinan tangan dari bahan limbah plastik. Limbah tas plastik diolah menjadi berbagai produk seperti tas belanja, tas laptop, dompet, hingga songkok dan peci.

“Keunggulan dari produk kerajinan ini adalah fleksibilitas desain. Warga binaan mampu membuat berbagai bentuk sesuai permintaan, selama ada contoh atau gambar yang diberikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, warga binaan juga memproduksi kerajinan berbahan besi seperti vas bunga dengan menggunakan besi ulir. Produk tersebut memiliki nilai estetika dan kekuatan yang baik, sehingga diminati sebagai dekorasi.

Marasabessy menambahkan, sebagian hasil karya tersebut rencananya akan disumbangkan kepada Pemerintah Kabupaten Buru sebagai bentuk apresiasi dan kerja sama atas dukungan terhadap program pembinaan di Lapas Namlea.

“Ini sebagai bentuk terima kasih kami kepada pemerintah daerah yang telah mendukung kegiatan pembinaan. Nantinya karya warga binaan akan dipajang di Kantor Bupati,” pungkasnya.

Melalui berbagai program pembinaan ini, Lapas Namlea berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup setelah bebas nanti. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan