Toisutta: Penguatan Kelembagaan dan Studi Kelayakan Jadi Kunci Kemajuan BUMDes

IMG 20260224 WA0014 scaled

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Ely Toisutta menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan workshop penguatan BUMDes yang berlangsung di Pacifik Hotel, Selasa (24/2/2026).

Dalam sambutannya, Ely menjelaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa merupakan badan hukum yang didirikan oleh desa maupun bersama-sama antar desa untuk mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, serta menyediakan jasa pelayanan dan berbagai jenis usaha lainnya demi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Menurutnya, pembangunan BUMDes tidak hanya sebatas pada penyertaan modal, baik yang bersumber dari pemerintah desa, masyarakat, maupun hasil kerja sama dengan pihak ketiga. Lebih dari itu, BUMDes membutuhkan kesiapan kelembagaan yang kuat, mulai dari dasar hukum dan legalitas yang jelas, sumber daya manusia yang jujur, kompeten, dan profesional, hingga perencanaan usaha yang matang berdasarkan potensi desa masing-masing.

“BUMDes harus dibangun dengan fondasi yang kokoh. Legalitasnya harus jelas, pengelolanya harus memiliki integritas dan kompetensi, serta didukung perencanaan usaha yang benar-benar melihat potensi unggulan desa. Tidak kalah penting, harus ada dukungan penuh dari pemerintah desa, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Ely di hadapan para peserta workshop.

Ia menekankan bahwa kegiatan workshop tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pengelola BUMDes, khususnya dalam menyusun dan menganalisis kelayakan usaha secara lebih terstruktur, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Di tengah dinamika dan persaingan ekonomi yang semakin ketat, lanjutnya, BUMDes dituntut tidak hanya sekadar menjalankan usaha, tetapi juga memastikan setiap unit usaha yang dikembangkan benar-benar layak secara finansial, operasional, maupun dari sisi pemasaran.

“Saya berharap melalui workshop ini para peserta dapat memahami pentingnya studi kelayakan bisnis, mulai dari analisis pasar, analisis keuangan, hingga strategi pengelolaan risiko. Dengan begitu, usaha yang dijalankan BUMDes tidak hanya berjalan, tetapi mampu bertahan dan berkembang,” tambahnya.

Ely juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang belajar dan bertukar pengalaman, sehingga BUMDes di wilayah masing-masing dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing.

Kegiatan workshop ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola BUMDes yang profesional dan akuntabel, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Ambon. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan