Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Ambon terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personelnya melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemadam 1. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 102 personel dari total 247 personel Damkarmat Kota Ambon.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo J. Hehamahua, mengatakan peserta diklat terdiri dari 48 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 54 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Diklat ini berlangsung selama tiga minggu dan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Perikanan Kota Ambon. Kegiatan ini nantinya akan ditutup langsung oleh Pak Wali Kota Ambon,” ujar Alfredo saat diwawancarai di Ambon, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, fokus utama dari kegiatan tersebut bukan hanya memberikan pemahaman terkait penggunaan peralatan pemadam kebakaran, tetapi juga membentuk kemampuan kerja tim serta karakter setiap personel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan.
“Yang kita didik bukan hanya bagaimana menggunakan peralatan, tetapi bagaimana bekerja dalam tim dan membentuk karakter personel agar mampu melaksanakan tugas dengan baik ketika berada di lapangan,” jelasnya.
Terkait dukungan sarana dan prasarana, Alfredo menyebutkan pihaknya masih membutuhkan tambahan armada pemadam kebakaran untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Saat ini, Damkarmat Kota Ambon telah menerima bantuan satu unit kendaraan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kalau bantuan dari DKI Jakarta ada satu unit. Namun kita masih membutuhkan kurang lebih tujuh unit lagi. Memang tidak mudah karena satu unit kendaraan pemadam kebakaran nilainya sekitar Rp1,8 miliar, bahkan dengan kondisi kenaikan dolar bisa saja berubah,” ungkapnya.
Alfredo juga menjelaskan terkait adanya keluhan masyarakat mengenai keterlambatan petugas dalam menangani kebakaran. Ia menyampaikan bahwa Damkarmat Kota Ambon memiliki tiga pos pemadam yang ditempatkan untuk mempercepat respons sesuai lokasi kejadian.
“Kalau kejadian di wilayah Suli, maka pos yang berada paling dekat yang akan bergerak lebih dulu,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi armada yang tersedia saat ini masih menjadi salah satu tantangan. Dari dua unit yang berada di salah satu pos, satu unit dalam kondisi perawatan dan satu unit lainnya tetap siaga untuk melayani laporan masyarakat.
“Keterbatasan memang ada pada sarana prasarana. Komisi III DPRD Kota Ambon juga pernah menyampaikan bahwa kendaraan Damkar selama ini sebagian besar merupakan hibah, kita belum pernah membeli kendaraan baru. Namun kita bersyukur, semua armada yang ada masih bisa difungsikan dengan baik,” (BN Grace)





