Editor: Redaksi
Haruru, Bedahnusantara.com: Transformasi besar tengah digagas SMAS Kristen Amahai dalam upayanya menjadi Sitanala Learning Center (SLC) Masohi. Langkah ini bukan sekadar rencana, tetapi telah diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, sebagai bagian dari komitmen menjawab mandat pendidikan dari Gereja Protestan Maluku (GPM).
Kerja sama yang diteken sejak 9 September 2025 ini menjadi fondasi transformasi pendidikan berbasis digital, sains, kewirausahaan, hingga teologi kontekstual di Maluku Tengah.
Melalui Fakultas Teknologi Informasi UKSW, SMAS Kristen Amahai mulai melakukan digitalisasi manajemen sekolah sekaligus menghadirkan pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) di ruang kelas. Pendampingan awal dilakukan pada 27 Februari 2026 oleh tim akademisi UKSW sebagai langkah konkret memasuki era pendidikan berbasis teknologi.
Tak hanya itu, penguatan akademik juga dilakukan bersama Fakultas Sains dan Matematika UKSW melalui peningkatan literasi, numerasi, serta pendampingan riset ilmiah bagi siswa dan guru. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Maluku yang berpikir kritis dan solutif.
Sementara Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW turut berperan menjadikan sekolah sebagai laboratorium kewirausahaan. Siswa tidak hanya belajar teori ekonomi, tetapi dipersiapkan menjadi pelaku aktif dalam ekonomi digital global.
Transformasi paling mendasar juga menyentuh aspek spiritual melalui kerja sama dengan Fakultas Teologi UKSW. Kurikulum Pendidikan Agama Kristen diarahkan menjadi lebih transformatif dan relevan dengan tantangan zaman.
Seluruh inovasi ini diperkuat dengan pendampingan Ilona Kakerissa dari Teach First Indonesia. Melalui pelatihan dan In-House Training, pendekatan pembelajaran berpusat pada murid mulai diterapkan lewat filosofi lokal “Bacarita Orang Sudara”.
Kepala SMAS Kristen Amahai, Pdt. Fredrik Hallatu, M.M., menegaskan bahwa sekolah kini mengusung paradigma Pendidikan Berbasis Konteks.
“Kami tidak sedang mendidik murid untuk menjadi tamu di negeri sendiri, tetapi membentuk pemimpin yang berakar di Maluku dan mampu bersuara di panggung dunia,” ujarnya.
Dengan semangat lokal yang berpadu dengan pendekatan global, SMAS Kristen Amahai menatap masa depan sebagai pusat pembelajaran unggulan di Maluku Tengah—mewujudkan generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 tanpa meninggalkan jati diri Pamahanunusa. (BN Grace)





