Siswa Baru Jadi Korban Pencurian di SPP Maluku

 Ambon, Bedahnusantara.com: Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Provinsi Maluku, atau yang akrab disebut SMK Pertanian. Adalah sekolah yang cukup diminati oleh kalangan para pelajar yang hendak menlanjutkan pendidikannya ke jenjang Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/SMA).

AVvXsEhk3e eTJRUro5ZUun 97XqG50K4DHLfcw6OUYKxqXLcsu8LeBSn8ujl08OvPcJsS4A1F9LHrBT8P8VBlRJ2WWWHyMqd71fli6 3wivlMpvzrRdf3fmw VSrvgvKq HeC1C25S6l0HbRv4nlt8GN2pH46JL0RuT3X6NtjLUjZHEXQq4Ft afQHrvSrtpA=w640 h480

Akan tetapi tingginya minat dan animo dari para murid yang ingin mengenyam pendidikan pada sekolah tersebut, tidaklah sebanding dengan ekspetasi yang selama ini telah terlanjur tercipta di kalangan publik.

Hal tersebut disebabkan oleh masih maraknya terjadi tindak pidana pencurian yang kerap dialami oleh sejumlah siswa pada sekolah tersebut. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh pihak media ini, pada tanggal antara 18 dan 19 Januari 2022, telah kembali terjadi dugaan tindak pidana pencurian yang menimpa korban Visty Adam. Yang juga salah seorang siswa pada sekolah tersebut.

” Menurut sumber, Visty Adam masuk pada Asrama disekolah tersebut sejak tanggal 16 Januari 2022, akan tetapi kemudian pada tanggal antara 18 dan 19, korban kemudian mengalami kehilangan HP miliknya yang diduga telah dicuri oleh oknum siswa lain disekolah tersebut,” Ungkap Sumber.

Dikatakannya, pada Kamis 20 Januari 2022, keluarga dan korban telah menemui kepala asrama yang bernama Ibu Yanthi, akan tetapi niat tersebut tidak kesampaian sebab Ibu Yanthi ternyata sedang melakukan rapat dengan penanggung jawab asrama laki-laki terkait persoalan hilangnya HP milik Visty Adam ini.

Namun setelah itu,lanjutnya  pada Sabtu (22/01/2022). Ternyata Visty Adam malah dipanggil oleh seorang anggota Polisi yang diketahui bernama Boby, untuk kemudian dimintai keterangannya terkait hilanggnya HP korban.

Namun lagi-lagi, hingga berita ini dipublikasi persoalan hilangnya HP korban bernama Visty Adam ini belum juga ditemukan penyelesaian dan pelakunya. (BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan