Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Ambon terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Rabu (15/7/2026), capaian pendataan telah melampaui 40 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon pun optimistis target 50 persen dapat dicapai sebelum pekan ini berakhir, sesuai target nasional yang ditetapkan bagi seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia.
Kepala BPS Kota Ambon, Pauline Gaspersz, mengungkapkan hal tersebut saat diwawancarai langsung di Kantor BPS Provinsi Maluku, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, secara umum pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kota Ambon berjalan baik meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan di lapangan.
“Hingga hari ini pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Ambon sudah berada di atas 40 persen. Kami berharap dalam beberapa hari ke depan, sebelum pekan ini berakhir, capaian tersebut bisa mencapai 50 persen. Itu merupakan target nasional yang harus dicapai oleh seluruh kabupaten, kota, maupun provinsi,” ujar Pauline.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi petugas sensus adalah masih adanya masyarakat yang belum kooperatif ketika didatangi untuk pendataan. Bahkan, kondisi serupa juga masih ditemukan pada sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut Pauline, hal tersebut sangat disayangkan karena ASN seharusnya menjadi teladan dalam mendukung program pemerintah, termasuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Kami berharap ASN dapat menjadi contoh bagi masyarakat dengan menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar. Dukungan semua pihak sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sensus ini,” katanya.
Selain itu, petugas sensus juga menghadapi berbagai risiko saat menjalankan tugas di lapangan. Mulai dari petugas yang digigit anjing hingga mengalami kecelakaan ketika melakukan pendataan dari rumah ke rumah.
“Kejadian seperti petugas digigit anjing atau mengalami kecelakaan memang tidak bisa dihindari. Sedikit banyak kondisi tersebut memengaruhi progres pendataan, tetapi syukur kepada Tuhan semuanya masih dapat diatasi sehingga pelaksanaan sensus tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
Pauline juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun ini bertepatan dengan kegiatan pendataan digitalisasi basis yang dilaksanakan oleh instansi lain. Akibatnya, masyarakat harus menerima dua petugas berbeda dengan pertanyaan yang hampir serupa sehingga menimbulkan kejenuhan.
Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut tidak dapat dihindari karena masing-masing kegiatan memiliki tujuan dan kebutuhan data yang berbeda untuk mendukung perencanaan pembangunan nasional.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPS Kota Ambon terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar tercipta sinergi sehingga seluruh proses pendataan dapat berjalan lancar tanpa terlalu membebani masyarakat.
Di akhir keterangannya, Pauline mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon agar menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi usaha yang dijalankan.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan serta berbagai program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu kami mengharapkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat agar Sensus Ekonomi 2026 di Kota Ambon dapat berjalan sukses,” tutupnya (BN Grace)





