Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Allan Lohy menilai, efektivitas pengawasan proyek pembangunan sangat bergantung pada kehadiran pendamping yang memahami seluruh aspek teknis pekerjaan.
Menurutnya, pendamping yang kompeten akan memudahkan DPRD memperoleh informasi akurat, sehingga evaluasi terhadap pelaksanaan proyek dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Hal ini menjadi kunci, agar proses pengawasan berjalan efektif dan menghasilkan evaluasi yang tepat sasaran,” kata Lohy, saat dihubungi dari Ambon, Rabu (15/7/2026).
Lohy menjelaskan, setiap kunjungan seharusnya didampingi langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, atau tenaga teknis yang paham betul substansi pekerjaan. Dengan begitu, setiap temuan atau kendala di lapangan dapat segera dijelaskan secara akurat.
Ia mengaku, masih menjumpai kondisi di mana pendamping yang hadir justru tidak memahami detail proyek. Hal ini jelas menghambat DPRD, dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan, untuk menjalankan fungsi pengawasan.
“Jangan sampai yang mendampingi justru tidak paham, apa yang sedang dikerjakan. Ini harus menjadi evaluasi bersama, agar fungsi pengawasan berjalan optimal,” ujarnya.
Berdasarkan pengalaman pengawasan di berbagai kabupaten, kesiapan pihak pelaksana sangat menentukan kualitas hasil evaluasi.
Apabila informasi teknis dapat disampaikan dengan baik, proses berjalan lebih cepat, dan masalah di lapangan dapat segera diidentifikasi.
Ia menambahkan pengawasan bukan sekadar melihat fisik bangunan, melainkan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan aturan yang berlaku.
Oleh karena itu, komunikasi yang baik antara DPRD dan pihak pelaksana sangat dibutuhkan selama kunjungan.
Pandangan ini sebelumnya juga telah disampaikan dalam rapat Komisi III DPRD Provinsi Maluku bersama BPJN Maluku, dan Aliansi Garuda Sakti, Selasa (14/7/2026).
Selain pendamping yang kompeten, Lohy kembali mengingatkan perlunya dokumen teknis lengkap seperti peta lokasi, gambar pekerjaan, progres pelaksanaan, hingga rincian anggaran.
Kombinasi data yang lengkap dan pendamping yang paham proyek, diharapkan membuat pengawasan semakin maksimal, dan mendorong kualitas pembangunan di Maluku. (BN Grace)





