SD Negeri 8 Ambon Terapkan Deep Learning, Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Semangat Kurikulum Merdeka

29dc7763 6e97 4633 a4d3 3fbab186bbe5

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: SD Negeri 8 Ambon memasuki Tahun Ajaran 2026/2027 dengan semangat baru melalui penerapan Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan pendekatan deep learning. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Kepala SD Negeri 8 Ambon, Jonna Takaria, mengatakan bahwa sekolah terus berkomitmen menjalankan kebijakan pendidikan nasional dengan menghadirkan proses belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Menurutnya, pendekatan deep learning memberikan ruang bagi siswa untuk memahami materi secara lebih mendalam melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan aktif.

“Pada tahun ajaran baru ini kami tetap menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning. Kami berharap proses pembelajaran dapat mendorong peserta didik lebih aktif, kreatif, serta mampu memahami materi secara mendalam sehingga hasil belajar tidak hanya sekadar menghafal, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jonna Takaria saat diwawancarai langsung melalui sambungan telepon, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, untuk tahun ajaran 2026/2027 sekolah menerima sebanyak 30 peserta didik baru. Namun, hingga proses awal pembelajaran berlangsung, baru 27 siswa yang telah aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar, sementara sisanya masih menunggu penyelesaian administrasi dan proses kehadiran di sekolah.

Di sisi lain, pada akhir tahun ajaran sebelumnya, SD Negeri 8 Ambon telah melepas 19 siswa kelas VI yang dinyatakan lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama. Kelulusan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan sekolah dalam mendampingi peserta didik hingga menyelesaikan pendidikan dasar.

Menurut Jonna, jumlah peserta didik yang diterima maupun yang telah lulus setiap tahun menjadi bagian dari dinamika pendidikan. Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya menjaga kualitas layanan pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, penguatan budaya belajar, serta penyediaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Ia menambahkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning menuntut guru untuk lebih inovatif dalam menyusun strategi pembelajaran. Guru didorong menciptakan suasana kelas yang interaktif sehingga siswa mampu mengeksplorasi potensi, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta membangun karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Selain fokus pada aspek akademik, SD Negeri 8 Ambon juga terus memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan pembiasaan di lingkungan sekolah. Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.

Jonna berharap seluruh orang tua dapat terus memberikan dukungan terhadap proses pendidikan anak-anak di sekolah. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan keluarga merupakan faktor penting dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Harapan kami, seluruh siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik, orang tua terus mendukung perkembangan anak-anak di rumah, dan seluruh tenaga pendidik tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Dengan sinergi yang baik, kami optimistis SD Negeri 8 Ambon akan terus mencetak lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan,” tutup Jonna.(BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan