PELNI Ambon Perkuat Sinergi dengan Media, Tingkatkan Layanan Pelayaran dan Digitalisasi untuk Masyarakat Maluku

1b789b5b 0c57 4e36 93ce 0821087c6e1a

Editor: Redaksi

AMBON, Bedahnusantara.com: PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Ambon menggelar Jumpa Pers Media, Silaturahmi, Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi bersama insan pers di Kantor PELNI Cabang Ambon, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan kemitraan antara PELNI dan media dalam mendukung penyebarluasan informasi layanan transportasi laut kepada masyarakat Maluku.

Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Cabang Ambon, Ridwan Mandaliko, saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor PELNI Ambon, Rabu (22/7/2026), menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra perusahaan dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjaga dengan baik. Komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara PELNI dan rekan-rekan media juga terus berjalan dengan baik. Kami memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Maluku, sementara media menjadi mitra penting dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat,” ujar Ridwan.

Ridwan menjelaskan, PELNI Cabang Ambon merupakan cabang kelas I yang membawahi tiga wilayah kerja, yakni Ambon, Banda, dan Geser. Ketiga wilayah tersebut memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarpulau di Provinsi Maluku.

Menurutnya, Cabang Ambon setiap bulan melayani sekitar 40 hingga 45 kunjungan kapal penumpang di Pelabuhan Ambon dengan total sekitar 12 kapal yang secara bergantian beroperasi. Selain itu, terdapat layanan kapal perintis yang melayani wilayah-wilayah terpencil di Maluku.

Sementara itu, wilayah Banda melayani sekitar 15 hingga 20 kunjungan kapal setiap bulan, sedangkan wilayah Geser rata-rata mencapai sekitar 10 kunjungan kapal per bulan. Jika diakumulasikan, seluruh wilayah kerja PELNI Cabang Ambon melayani lebih dari 100 kunjungan kapal setiap bulan, baik kapal penumpang maupun kapal perintis.

“Wilayah pelayanan kami menghubungkan Maluku ke kawasan timur maupun barat Indonesia. Karena itu, konektivitas laut menjadi sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” jelasnya.

Ridwan menambahkan, Ambon menjadi salah satu cabang yang memiliki layanan kapal paling lengkap karena dilayani berbagai tipe kapal PELNI, mulai dari tipe 500, tipe 1.000, tipe 2.000 hingga tipe 3.000. Tidak semua cabang memiliki kelengkapan armada seperti yang dimiliki Cabang Ambon.

Ia juga menegaskan bahwa kapal-kapal perintis yang dioperasikan pemerintah sangat membantu masyarakat di wilayah kepulauan yang belum terjangkau transportasi reguler.

Menurutnya, apabila terdapat daerah yang menginginkan tambahan singgah kapal perintis maupun kapal penumpang, pemerintah daerah dapat mengusulkan secara resmi kepada Kementerian Perhubungan. PELNI sendiri hanya bertindak sebagai operator yang menjalankan penugasan pemerintah.

“Kami sering menerima pertanyaan mengapa kapal tidak singgah di daerah tertentu. Mekanismenya adalah pemerintah daerah mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan, kemudian apabila disetujui, PELNI akan menjalankan penugasan tersebut sebagai operator,” katanya.

Untuk tahun 2026, Ridwan mengungkapkan seluruh kapal perintis yang bertugas di wilayah Maluku telah kembali beroperasi secara normal setelah beberapa unit sebelumnya menjalani perbaikan.

Dalam kesempatan tersebut, PELNI juga memaparkan berbagai inovasi layanan digital yang terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.

Pembelian tiket kapal penumpang kini dapat dilakukan melalui aplikasi PELNI Mobile maupun berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan PELNI, seperti BCA, Mandiri, BNI, BRI, Alfamidi, Indomaret, serta berbagai mitra pembayaran lainnya.

Selain itu, layanan pengiriman barang kini juga telah menggunakan aplikasi MyCargo, sehingga seluruh proses pemesanan muatan dilakukan secara digital tanpa lagi menggunakan sistem manual.

“Semua layanan kami diarahkan menuju digitalisasi agar masyarakat semakin mudah memperoleh tiket maupun mengirim barang secara cepat, aman, dan transparan,” ungkap Ridwan.

PELNI juga mengoperasikan kapal Ro-Ro yang mampu mengangkut penumpang, barang, sekaligus kendaraan atau dikenal dengan konsep 3 in 1. Salah satu kapal yang melayani Ambon adalah KM Remin Prima yang dapat mengangkut mobil maupun sepeda motor.

Apabila terjadi lonjakan penumpang pada musim tertentu atau saat salah satu kapal menjalani docking, PELNI akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan kapal pengganti, seperti KM Dempo, KM Sinabung, maupun kapal lainnya sesuai kebutuhan pelayanan.

Tidak hanya fokus pada transportasi laut, PELNI juga mulai mengembangkan berbagai layanan komersial melalui program Tour On Board, yakni wisata edukasi di atas kapal.

Program ini menyasar pelajar tingkat TK, SD, hingga SMP. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak berkeliling kapal selama kurang lebih dua jam dengan didampingi para perwira kapal yang menjelaskan fungsi setiap bagian kapal, sistem keselamatan pelayaran, fasilitas akomodasi, hingga proses operasional kapal selama berlayar.

Menurut Ridwan, sejumlah sekolah di Kota Ambon telah menunjukkan minat mengikuti program tersebut dan bahkan telah mengajukan permohonan pelaksanaan kunjungan edukasi.

Selain Tour On Board, PELNI juga membuka peluang penyelenggaraan berbagai kegiatan di atas kapal, seperti rapat, promosi produk, hingga kegiatan instansi pemerintah, perbankan, UMKM, maupun dunia usaha sebagai bagian dari pengembangan layanan perusahaan.

“Kami ingin kapal tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi, promosi, dan kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Ke depan kami berharap semakin banyak instansi, pelaku UMKM, maupun komunitas yang memanfaatkan fasilitas ini,” tutup Ridwan. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan