Ambon, Bedahnusantara.com: Pelaksanaan Kongres Angkatan Muda Gereja Protestand Maluku (AMGPM) Ke-29 pada Tanggal 25-28 Oktober 2020 mendatang kian mendekati waktu perhelatannya, sejumlah kesiapan telah dilakukan secara maksimal dan baik oleh pihak kepanitian dibawah komando Heppy Lelapary selaku katua panitia pelaksana.
![]() |
| Lelapary: Sejumlah Nama Bakal Calon Ketua Mulai Bermunculan |
Akan tetapi sejumlah hal yang masih menjadi pertanyaan besar belumlah terungkap hingga kini, meskipun waktu pelaksanaan kongres tinggal menghitung hari saja. Salah satu hal yang menjadi Krusial dan penting dari pelaksanaan Kongres AMGPM ke-29 ini, adalah terkait bursa dan bakal calon ketua Umum dan Sekretaris Umum.
Menyikapi pertanyaan terkait bursa pencalonan atau bahkan figur bakal calon Ketum dan Sekum yang telah mengemuka dalam situasi menjelang Kongres tersebut. Heppy Lelapary selaku ketua Panitia mengungkapkan; Perhelatan kongres AMGPM Ke-29 ini, memang sangatlah berbeda bila dibandingkan dengan mekanisme Organisasi Kepemudaan (OKP) lainnya. Sebab biasanya trend kandidat calon ketua Umum dan Sekum itu akan mulai muncul dan proses pembahasan semua hal di arena kongres.
” Akan tetapi memang sudah terdapat sejumlah nama yang telah dicakapkan bakal maju sebagai bakal calon dalam bursa pencalonan Ketum dan Sekum AMPGM nantinya seperti; Bung Melky Sairdekut, Bung Heppy Lelapary, dan lainnya lagi, sedangkan kandidat Sekum ada Bung Pdt. Rony Tamaella dan Usi Pdt. Febby Songupnuan dan lainnya lagi,” Ungkapnya.
Ketika ditanya terkait pendapat sejumlah kalangan tentang mekanisme yang tidak lazim dalam hal bursa calon ketua dan sekretaris baik dalam proses Kongres, Konferda, dan Konfercab yang kemudian dianggap seperti membeli kucing dalam karung. Lelapary menyatakan hal ini memang kemudian perlu dilakukan perubahan lewat kongres nanti jika dianggap itu perlu dan penting.
” Hanya saja ada hal atau wacana yang sementara mengemuka dikalangan AMGPM, menjelang perhelatan kongres ke-29 nanti yakni; terkait mata rumah parentah (Ketua dan Sekum hanya boleh dari kalangan Pendeta). Sehingga ada wacana-wacana lain yang mengemuka bahwa pucuk kepemimpina AMGPM kali ini mesti dan harus kembali dipegang oleh kalangan Pendeta, memang hal ini jika dilihat dari sisi organisasi dan kepentingan pelayanan dan perkembangan AMGPM kedepannya. Maka dapat dikatakan bahwa wacana ini adalah sebuah bentuk dinamika yang wajar saja disampaikan apalagi dalam pengamatan kami hal ini kemudian menjadi pokok pembahasan yang krusial dimedia sosial, baik dari kalangan yang Pro dan Kontra,” Jelasnya.
Namun demikina kata Lelapary, dalam hirarki organisatoris memang tidak bisa dipungkiri bahwa kader AMGPM bukan hanya terdiri dari kalangan pendeta semata, melainkan lebih banyak dari berbagai kalangan diluar pendeta, termasuk para profesional yang kita ketahui secara bersama, mereka juga memiliki kontribusi yang besar bagi kemajuan AMGPM sampai dengan hari ini.
Sehingga sekali lagi kami tetap akan menghormati semua masukan dan koreksi, juga ide yang ditawarkan kepada kami selaku kepanitiaan, demi suksesnya pelaksanaan Kongres ke-29 nantinya.
” Kami panitia tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasi atau menawarkan sebuah perubahan dalam hal teknis organisasi, akan tetapi selaku kader AMGPM, kami tetap menghargai masukan, usul saran dan juga dinamika yeng terjadi, selama hal tersebut akan memberikan dampak baik bagi pembangunan dan kemajuan AMGPM kedepannya,” Tutup Lelapary. (BN-08)






