Ritual Adat Lopurissa Uritalai Menuju Rumahkay Untuk Melaksanakan Panas Gandong

Ambon, Bedahnusantara.com – Ritual Panas Gandong merupakan seremoni adat yang biasanya dilakukan antara dua atau lebih untuk adat di Maluku.

WhatsApp Image 2025 03 17 at 04.53.40 1

Ritual ini bertujuan untuk menghangatkan kembali relasi mereka sebagai Orang basudara yang percaya bahwa leluhur mereka berasal dari kandungan (gandong) yang sama.

WhatsApp Image 2025 03 17 at 04.53.40

Dalam relasi gandong, warga negeri Rutong merupakan adik/ade dari warga Negeri Rumahkay. Awalnya leluhur mereka merantau meninggalkan Negeri Rumahkay, kemudian menetap dan beranak pinak di pesisir Timur Pulau Ambon, yang kini menjadi Negeri Rutong. Hubungan basudara ini tetap terjaga selama ini dan ritual Panas Gandong menjadi penghangat dan pengikat persaudaraan dan persekutuan. Bagi kebbanyakan negeri adat di Maluku, relasi gandong adalah ikon integrasi sosial.

Panas gandong yang merupakan Seremoni adat yang berlangsung setiap 5 tahun sekali antara Negeri Rutong, Leitimur Selatan, Kota Ambon dan Negeri Rumahkay ini akan melepas sekitar 1.300 lebih masyarakat yang akan pergi menuju Negeri Rumahkay, Maluku Tengah.

Dalam sambutannya Raja Negeri Rutong Reza Maspaitella mengatakan Sejak dulu ritual adat ini kita laksanakan bersama gandong kaka Negeri Rumahkay. Hubungan gandong kaka dan ade ini merupakan sebuah penghargaan yang harus kita jaga.

“Ini berkat yang diberikan oleh Tuhan dan juga leluhur untuk kita di mana sejak abad ke 9 mata rumah negeri rumahkay kakerisa, korputy, dan atapary yang telah datang ke Negeri Lopurissa dan hari ini sebagai adat suci jadi ini merupakan ritual adat untuk kita laksanakan secara bersama-sama sebagai satu negeri Lopurissa Uritalai,” tandasnya saat di Baileo Negeri Rutong, Leitimur Selatan, Senin (17/3/2025).

Dia berpesan kepada jujaro mungare baik kepada seluruh warga Negdi dalam kesempatan ini Raja Rutong minta bahwa kita semua menyiapkan hati kita membersihkan hati kita karna ini sebuah tradisi yang sakral maka harus dilakukan dengan hati yang bersih dan dengan ketulusan hati.

“Ritual adat yang membutuhkan sebuah hati yang bersih untuk itu kiranya Tuhan menyertai kita di dalam seluruh ritual adat kita dan tentunya dengan ijin Tuhan dan leluhur kita pun akan turut mendampingi serta menjaga kita sejak awal dari rumah Lopurissa Uritalai ini. untuk itu beta minta pada kita semua dapat menyatukan hati kita sebagai anak-anak negeri adat Lopurissa Uritalai kita bisa kembali tanpa kurang apapun,” tutupnya.

Usai memberikan sambutan Raja dan perangkat negeri serta tiga unsur batu tungku, jujaru mongare dan masyarakat negeri rutong menuju labuang untuk naik kapal bobu menuju negeri Waai.

Dari Negeri Waai seluruh masyarakat Negeri Rutong akan bertolak menuju Negeri Rumahkay menggunakan Kapal Ferry. ( BNGrace )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan