Pauline Sosialisasikan Rompi Petugas SE2026 di Tengah Rapat TPID, Ambon Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi

f27eaf83 55d7 4ecd a0a0 3d698414a823

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Ambon.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Ambon itu membahas berbagai langkah konkret pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan distribusi bahan pokok, penguatan koordinasi antarinstansi, hingga strategi menjaga keterjangkauan harga di tengah dinamika pasar.

Namun, ada hal menarik yang turut mewarnai agenda strategis tersebut. Di sela-sela pembahasan pengendalian inflasi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon, Pauline Gaspersz, memanfaatkan momentum itu untuk mensosialisasikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan segera berlangsung.

Dalam keterangannya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (14/5/2026), Pauline menjelaskan bahwa BPS Kota Ambon mulai melakukan berbagai persiapan teknis, termasuk memperkenalkan atribut resmi petugas lapangan yang nantinya digunakan selama proses pencacahan.

“Rompi ini akan menjadi identitas resmi petugas lapangan SE2026, selain name tag dan surat tugas. Tujuannya agar masyarakat dapat dengan mudah mengenali petugas resmi BPS, merasa aman saat memberikan data, serta memastikan proses pendataan berjalan secara kredibel, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Pauline.

Dalam kesempatan tersebut, Pauline juga secara langsung memperkenalkan dan mengenakan rompi resmi petugas lapangan SE2026 sebagai simbol kesiapan BPS Kota Ambon dalam menyukseskan agenda pendataan ekonomi nasional tersebut.

Menurutnya, keberhasilan sensus ekonomi sangat bergantung pada dukungan seluruh elemen masyarakat, karena data yang diperoleh akan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan, penguatan sektor usaha, hingga penyusunan strategi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Ia menegaskan, sinergi antara pengendalian inflasi melalui TPID dan penyediaan data ekonomi yang akurat melalui Sensus Ekonomi merupakan dua instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Ketika inflasi terkendali dan informasi ekonomi tersedia secara valid, maka pembangunan akan berjalan lebih terarah dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” tambah Pauline.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Ambon bersama BPS berharap stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga sekaligus mampu menghadirkan fondasi data yang kuat menuju Ambon yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan