Ambon, Bedahnusantara.com – Pemberian gelar adat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon memiliki makna filosofis yang mendalam. Gelar ini diharapkan dapat membantu mereka memahami makna dan tradisi yang ada di Kota Ambon.
“Kita memiliki sebuah standar di dalam nama pemimpin kota yang mana merupakan negeri adat yang ada di 22 negeri di Kota Ambon,” ungkap Ketua Latu Patti Kota Ambon Reza Maspaitella saat di wawancarai di kantor Balaikota Ambon, Senin (4/8/25).
Reza mengatakan, Kedepannya tidak ada perubahan-perubahan dari nama jabatan atau nama adat yang di berikan untuk pemimpin negeri.
“Harapannya adalah bahwa ke depannya itu tidak ada perubahan-perubahan dari nama jabatan atau nama adat atau desain pakaian itu sendiri,” imbuhnya.
Reza mengakui, sebelum pelaksanaan pengukuhan ini Majelis Latupati bersama para raja dan tua-tua adat melakukan dialog untuk mengambil makna filosofis adat yang memiliki makna paling kuat untuk menggambarkan sebuah gelar adat.
“Majelis Latupati bersama para raja dan tua-tua adat melakukan beberapa kali dialog untuk mengambil makna-makna filosofis pengertian-pengertian adat yang kita coba tampung dari setiap negeri-negeri,” tuturnya.
Dia menambahkan, Pemberian gelar adat “Ina Ama Hatuhun Ina Apo” yang memiliki makna filosofis sebagai pemimpin dan orang tua bagi kota.
“Ina Ama yang diartikan adalah bapa dan ibu yang diartikan dalam sebuah kota mereka merupakan pimpinan sekaligus orang tua bagi kota ini sekaligus batu karang yang teguh, oleh karena itu pemberian gelar ini tidak main-main karena ini butuh sepemahaman untuk menentukan atau memberikan gelar kepada pak walikota dan wakil walikota sebagai orang tua yang akan menjaga kota ini,” tutupnya. ( BN Grace)





